Persib Bandung
Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan: Ada Upaya Mencegah Persib Bandung Juara
LANGKAH Persib Bandung semakin berat menyusul kekalahan menyakitkan mereka dalam laga tandang melawan melawan tim papan bawah, Barito Putra, Senin.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUNJABARA.ID - LANGKAH Persib Bandung semakin berat menyusul kekalahan menyakitkan mereka dalam laga tandang melawan melawan tim papan bawah, Barito Putra, Senin (27/2).
Kekalahan membuat Persib Bandung harus memenangi delapan laga tersisa untuk menjaga asa juara. Termasuk laga berat kontra Persija Jakarta, yang rencananya akan digelar di kandang lawan, Sabtu (4/3).
Jalan menuju juara juga semakin terjal menyusul keputusan PSSI yang mengharuskan Persib Bandung berada jauh dari rumahnya saat menjamu lawan-lawannya dalam laga kandang.
Hingga akhir musim, Persib tak bisa lagi memakai Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) lantaran stadion itu dipergunakan sebagai venue Piala Dunia U-20.
Baca juga: Big Match Persija Jakarta vs Persib Bandung, The Jak Siap Padati SUGBK, Panpel Sebar 30 Ribu Tiket
Untuk laga kandang, Persib terpaksa berlaga di Stadion Pakansari, Bogor, yang bahkan itu pun kerap harus tanpa penonton.
Kondisi ini jelas menuai perhatian sekaligus rasa penasaran para bobotoh, tak terkecuali Tedy Rusmawan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bandung.
Berikut petikan wawancara News Manager Tribun Jabar, Oktora Veriawan dengan Tedy Rusmawan di Studio Tribun Jabar, belum lama ini.
Selama ini, Pak Tedy sangat dikenal sebagai bobotoh Persib. Sejauh yang Bapak ingat, sejak kapan Pak Tedy menyukai Persib?
Sejak masih SD. Dulu, saya suka nonton latihan Persib waktu masih di Lapangan PPI atau sekarang mah Pussenif, ya. Waktu itu masih zaman kiper Sobur, Adeng Hudaya, dan pemain Persib era Perserikatan lainnya. Sekarang sudah pada jadi legend. Jadi bisa dibilang dari zaman dulu memang suka sama sepakbola, terutama Persib.
Menurut Pak Tedy, bagaimana kekuatan Persib di era Perserikatan dengan Persib di era saat ini?
Zaman Perserikatan dulu, unsur kedaerahan itu sangat menonjol. Jadi semangat membawa nama Bandung itu kental banget dalam diri para pemain.
Semangat itulah yang selalu dibawa dalam setiap pertandingan. Dengan semangat kedaerahan itu juga kita menyaksikan bahwa di era itu kita pernah mendapatkan gelar juara Perserikatan Tahun 1994/1995, dengan materi para pemain lokal, seperti era Kang Ajat Sudrajat, yang dilanjutkan ke era Sutiono Lamso, dan seterusnya.
Spirit kedaerahan itu mudah-mudahan bisa terus dipertahankan, terlebih sekarang, kita juga punya beberapa pemain lokal Bandung yang juga tidak kalah hebat.
Sebut saja, The Gedebage Boys, seperti Febri (Hariyadi), Beckham (Putra Nugraha), dan kakaknya Beckham yaitu Gian Zola yang sekarang memperkuat Arema. Semoga mereka bisa membuat bintang di atas logo Persib terus bertambah.
Di tengah perjuangan untuk menambah bintang atau meraih gelar juara musim ini, Persib harus terusir dari rumah sendiri di Stadion GBLA ke Stadion Pakansari di Bogor. Bahkan beberapa pertandingan Persib berstatus tanpa penonton, bagaimana Pak Tedy memandang hal ini?

Mirip Beltrame, Federico Barba Pakai Nomor 93 di Persib: Siap Debut di GBLA Bersama Thom Haye |
![]() |
---|
Hadapi Ujian Berat Lawan Borneo FC "Sang Rekor Sempurna", Persib Bidik Kebangkitan di GBLA |
![]() |
---|
Senasib dengan Zalnando, Pemain Persib Bandung Ini Calon 'Tumbal' Thom Haye, Merapat ke Tim DDS? |
![]() |
---|
Bos Persib Bandung Tebar Kode Pemain Baru Gacor Lagi, Setara Thom Haye, Siapa? |
![]() |
---|
REKAM JEJAK Zalnando, Bek Persib Bandung yang Resmi Dipinjamkan ke Persita, Korban Federico Barba |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.