Senin, 13 April 2026

Mengenal Upacara Adat Mapag Tamba Indramayu yang Sudah Mendapat Sertifikat WBTb Tahun 2016

Kabupaten Indramayu memang tidak asing dengan kekayaan adat budayanya, salah satunya adalah mapag tamba.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Acara mapag tamba yang digelar di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Tribuncirebon.com/Handhika Rahman 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kabupaten Indramayu memang tidak asing dengan kekayaan adat budayanya, salah satunya adalah mapag tamba.

Mapag tamba sendiri terbilang unik dan sangat sakral karena sudah dilakukan sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Acara adat mapag tamba diketahui juga sudah mendapat sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada 2016.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Makan All You Can Eat di Indramayu, Cuma Rp 59 Ribu Bisa Makan Sepuasnya

Salah satu desa yang masih terus melestarikan budaya ini ada di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

"Ini budaya asli Indramayu dan masih kental dengan kesakralannya. Ini budaya dari orang tua kita sejak zaman dahulu," ujar salah seorang tokoh pemuda desa setempat Pidri kepada Tribuncirebon.com dalam kegiatan ngobrol bareng sejarah Mapag Tamba bersama budayawan di Balai Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Minggu (26/2/2023).

Pidri menjelaskan, dalam pelaksanaan upacara mapag tamba, akan diutus orang-orang pilihan untuk melakukan ritual.

Mereka akan mengenakan pakaian serba putih yang dilambangkan sebagai simbol kesucian.

Baca juga: Sepeda Motor Milik Ruben Onsu Dicuri Maling di Indramayu, 4 Pelakunya Sudah Ditangkap Polisi

Orang-orang pilihan itu juga akan membawa bumbung bambu berisikan air yang berasal dari 7 mata air.

Masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah air suci. Air itu pada malam hari sebelum pelaksanaan sudah didoakan terlebih dahulu.

Lanjut Pidri, mereka kemudian disebar ke sejumlah penjuru batas desa untuk menyebar air suci tersebut.

Yang unik dalam adat mapag tamba ini, diketahui juga petugasnya diharuskan puasa berbicara hingga upacara selesai.

Mapag tamba ini diketahui selalu digelar setiap musim tanam rendeng ketika usia padi sudah berumur 40-50 hari.

Pelaksanaannya pun diketahui juga selalu digelar di hari Jumat.

"Sesuai namanya, mapag tamba ini adalah obat. Jadi orang tua zaman dahulu sebelum ada obat tanaman, melakukan adat mapag tamba ini agar tanaman padi terhindar dari penyakit dan hama," ucap dia.

Dalam hal ini, masyarakat desa setempat juga mendorong kepada pemerintah daerah untuk bisa menjadikan adat mapag tamba ini menjadi sebuah event atau festival.

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved