Pendidikian
Cara Kenalkan Edukasi Seks pada Anak Sedari Dini, Penting Agar Terhindar dari Kekerasan Seksual
Edukasi seks yang dikenalkan pada anak sedari dini ini memiliki tujuan untuk membantu anak dalam memahami perbedaan gender, privasi, dan batasan tubuh
Penulis: Magang Tribunjabar | Editor: Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID – Terkadang orang tua mengalami kesulitan dalam memberikan edukasi seks pada anak, karena masih merasa tabu untuk membahas hal tersebut.
Padahal edukasi seks pada anak adalah pembelajaran mengenai pendidikan seksual tentang kesehatan reproduksi dan mengenalkan anggota tubuh yang harus diketahui anak sedari dini.
Edukasi seks yang dikenalkan pada anak sedari dini ini memiliki tujuan untuk membantu anak dalam memahami perbedaan gender, privasi, dan batasan-batasan tubuh yang harus dihargai atau dijaga.
Belakangan ini, kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kian marak dalam pemberitaan.
Kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya dilakukan oleh orang tidak dikenal, melainkan orang terdekatpun dapat melakukan hal keji tersebut.
Hal ini dapat terjadi karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan anak dalam melawan perlakuan yang menyimpang tersebut.
Oleh karena itu, mengenalkan edukasi seks pada anak sedari dini harus disesuaikan dengan usianya, ini merupakan hal yang penting dalam peran sebagai orang tua.
Berikut cara yang bisa dilakukan orang tua dalam memberikan edukasi seks, agar terhindar dari kekerasan seksual pada anak.
Cara Mengenalkan Edukasi Seks pada Anak Sedari Dini
Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk memberikan edukasi seks pada anak usia dini, dilasir dari paudpedia.kemendikbud:
1. Mengenalkan Identitas Anak
Hal pertama yang dapat dilakukan orang tua dalam edukasi seks yaitu memperkenalkan identitas sang anak, dengan mengetahui perbedaan serta ciri-ciri tubuh laki-laki dan perempuan.
Dengan begitu anak akan mengetahui identitasnya sebagai seorang laki-laki atau perempuan.
Konsep perbedaan jenis kelamin juga berfungsi sebagai sarana pengajaran untuk menggunakan toilet dan pakaian sesuai dengan jenis kelamin.
2. Mengenalkan Anatomi Tubuh
Orang tua dapat mengajarkan anatomi tubuh, dengan mengenalkan bagian tubuh beserta fungsinya.
Kemudian berikan penjelasan terkait bagian tubuh yang yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain.
Selain itu, ajarkan anak agar membiasakan diri untuk membersihkan alat kelaminnya setelah buang air besar atau buang air kecil.
Hal ini bisa membantu anak lebih mandiri dan tidak mengizinkan prang lain untuk menyentuh alat vitalnya.
3. Menyampaikan Pendidikan Seksual dan Dampaknya Secara Bertahap
Edukasi seks pada anak harus disampaikan secara bertahap, dan sisesuaikan dengan usianya.
Orang tua bisa menyampaikan pendidikan mengenai cara berkembang makhluk hidup dan memberikan penjelasan mengenai dampak-dampak yang akan diterima apabila melakukan hal yang menyimpang.
Informasi tersebut harus disampaikan dengan jujur, akurat, terbuka dan menggunakan bahasa yang tidak asal-asalan.
Hal ini penting untuk membiasakan anak bersikap jujur dan terbuka kepada orang tua.
4. Menyampaikan Edukasi Seks dengan Cara yang Sederhana
Selanjutnya, orang tua harus menyampaikan edukasi seks dengan cara yang sederhana, berikap wajar, tidak berlebihan, rileks, serta menjaga intinasi dan tidak menakut-nakuti.
Orang tua harus mengindari rasa risih dan takut ketika menjelaskan Pendidikan seksual pada anak.
Untuk edukasi seks pada anak usia dini dapat dilakukan melalui gambar atau nyanyian sederhana yang mudah dimengerti oleh anak.
5. Ajarkan Batasan Tubuh Manusia
Ajarkan batasan tubuh kepada anak, seperti sentuhan yang boleh dan tidak boleh dan bagian tubuh yang tidak boleh terlihat.
Ajarkan anak untuk menjaga privasi tersebut, juga beri tahu cara melaporkan atau mengungkapkan perasaan anak apabila mengalami hal yang menyimpang, serta bagaimana cara memberikan pertolongan.
Hal ini sangat penting, agar anak bisa mengetahui kapan dirinya merasa terancam, sehingga dapat melakukan pencegahan terhadap kekerasan seksual pada anak di bawah umur.
6. Tanamkan Aturan yang Sesuai dengan Norma-Norma
Orang tua juga harus menanamkan peraturan-peraturan atau norma yang berlaku menurut agama dan nilai budaya, juga sebab-akibat jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Ketika mengenalkan seks dan memberi pemahaman terkain pencegahan kekerasan seksual, orang tua juga harus menguatkan norma agama kepada sanga anak, agar dia mengetahui mana yang dilarang dan diperintahkan oleh Tuhan.
Dengan begitu program edukasi seks pada anak sedari dini akan sangat berpengaruh dalam pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada anak usia dini.
(MagangTJ/Chyntia Risdayandini)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/edukasi-seks.jpg)