Warganya yang Sempat Disekap di Arab Saudi Kembali Pulang, Begini Reaksi Bupati Sumedang

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengaku bersyukur dan gembira warganya bernama Elia Ferliana (35) kembali ke rumahnya di Cipacing, Jatinangor.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat diwawancara TribunJabar.id di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (14/2/2023). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengaku bersyukur dan gembira warganya bernama Elia Ferliana (35) kembali ke rumahnya di Cipacing, Kecamatan Jatinangor.

Elia adalah pekerja migran Indonesia (PMI) yang berangkat ke Arab Saudi melalui prosedur yang ilegal pada November 2022.

Pada Minggu (13/2/2023) petang, Elia kembali ke Sumedang.

Elia mengaku, di Arab Saudi dia disekap.

Baca juga: Banyak Jabatan Strategis di Pemkab Sumedang Kosong, Anggota DPRD: Ada Apa Ini?

TribunJabar.id berhasil menghubunginya pada Desember 2022.

Ketika berita tentangnya mencuat, Bupati Sumedang sedang umrah.

"Saya baca berita itu di media ketika saya sedang umrah. Di sela waktu umrah, saya telepon Kedubes RI untuk Arab Saudi, karena beliau senior saya. Saya katakan ada warga saya yang menghadapi kendala di Arab," kata Dony kepada TribunJabar.id di Jatinangor, Selasa (14/2/2023).

Dony mengatakan, tidak lama setelah diberi tahu, Dubes Ri untuk Arab, Dr Abdul Aziz Ahmad, segera memerintahkan kepada timnya untuk melacak ke lokasi Elia berada.

"Tentu prosesnya panjang sampai bisa pulang. Tapi ini ikhtiar bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Disnaker Sumedang, dan warga sipil," katanya.

Dony menegaskan, warga Sumedang yang juga masih menghadapi kendala di Arab sedang diupayakan untuk penyelesaian permasalahan yang dihadapinya.

"Yang TKW warga Darangdan, kami juga terus upayakan," katanya.

Dony mengimbau warganya tak ada lagi yang berangkat ke luar negeri dengan prosedur dan agen-agen ilegal.

Dony meminta warga berangkat lewat jalur resmi yang disediakan pemerintah.

"Nanti betul-betul yang berangkat harus dengan agen resmi dengan prosedur yang belaku, supaya bekerja di sana terlindungi, aman, dan bisa meningkatkan taraf hidup," kata Dony. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved