Kamis, 28 Mei 2026

Celetukan Emak-emak Bikin Lima Warga Garut Babak Belur Dihajar Massa di Muratara Sumsel, Mencekam

Teriakan emak-emak menjadi penyebab lima warga Garut menjadi korban amuk massa di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Dadang Wahyudin saat menjalani visum di RSUD Dr Slamet Garut, Jumat (10/2/2023). Ia dan empat orang temannya dituduh sebagai penculik hingga mengalami penganiayaan dan penjarahan saat berjualan jaket kulit di Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, Senin (6/2/2023). 

Dia bahkan tidak membawa uang sepeser pun hasil usahanya selama di perantauan saat pulang ke Garut.

"Uang saya ikut hilang, kalau hape ada yang mengembalikan. Di mobil juga ada pakaian anak dan sandal anak buat dijual, itu juga habis dijarah," ucapnya.

Saat itu, katanya, kondisinya sangat mencekam. Tidak terhitung orang yang keluar-masuk kantor desa hanya untuk memukulinya berulang kali.

Dadang juga mengalami trauma atas peristiwa itu. Dia berharap kejadian itu bisa diusut dengan tuntas.

Para korban saat ini sudah didampingi dua pengacara untuk membantu mencari keadilan atas kasus itu.

Budi Rahadian, pengacara korban mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk proses hukum. Satu di antaranya melakukan komunikasi dengan Polres Muratara.

"Korban berharap bagaimana proses hukum ini berjalan sebagaimana mestinya, kemudian rasa keadilan juga dapat terpenuhi," ujarnya.

Ia menuturkan korban lainnya dalam waktu dekat juga akan menjalani visum dan dilakukan pemeriksaan terkait kondisi kesehatannya.

Pihaknya juga akan terus mendalami terkait kejadian yang menimpa kelima korban saat di Kabupaten Muratara.

"Visum juga merupakan salah satu alat untuk memperkuat bukti ketika nanti melakukan upaya hukum nanti," ucapnya. (*)

Baca berita lainnya di GoogleNews

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved