NasDem Diprediksi Bakal Tarik Diri dari Koalisi Perubahan Tinggalkan PKS dan Demokrat
Ujang Komarudin mengatakan bahwa tarik diri dukungan NasDem karena kini hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah kembali dekat.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Partai NasDem diprediksi menjadi partai politik (parpol) yang terlebih dahulu tarik diri dari Koalisi Perubahan.
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan bahwa tarik diri dukungan NasDem karena kini hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah kembali dekat.
"Kemungkinan yang sekarang NasDem ya yang sekarang dekat lagi dengan Jokowi. Dekat lagi dengan partai koalisi pemerintahan. Bahasa saya bukan hengkang tapi menarik diri atau tidak jadi koalisi," ujar Ujang saat dikonfirmasi, Sabtu (4/2/2023).
Ujang menuturkan dugaan sinyal NasDem tarik diri dari Koalisi Perubahan karena partai besutan Surya Paloh itu kerap melakukan manuver pertemuan dengan partai politik pendukung pemerintah.
"Kita lihat koalisi perubahan dari dulu juga begitu, nanti akan deklarasi gak jadi, akan deklarasi gak jadi. Kan gitu. Sehingga ujung dari drama itu adalah manuver NasDem ketemu Luhut mendukung Jokowi kembali dan memerintahkan anggota fraksi di DPRnya mendukung Jokowi. Ketemu Gerindra-PKB, ketemu golkar juga. Sebelumnya ketemu Jokowi," ungkapnya.
Karena itu, Ujang mengingatkan NasDem, PKS dan Demokrat untuk menghilangkan ego untuk bisa tetap mempertahankan koalisi perubahan hingga pendaftaran capres maupun cawapres pada 19 Oktober 2023 - 25 November 2023.
"Saya melihatnya kalau mau mereka tidak digoyangkan harus bersatu harus menghilangkan segala ego dan perbedaan yang ada ketiga partai itu. Kalau masih saling ingin menang sendiri masih akan molor pembangunan pembentukan koalisi itu," katanya.
Sebagai informasi, Koalisi Perubahan yang berisikan NasDem, PKS dan Demokrat mulai gencar melakukan manuver politik.
Ketiga petinggi parpol itu terus melakukan kunjungan satu sama lainnya untuk memperkuat soliditas koalisi.
Baca juga: Nasdem Buka Kemungkinan Gadung dengan KIB, Pengamat Sebut Peta Politik Pemilu 2024 Masih Sangat Cair
Terakhir, petinggi PKS mengunjungi NasDem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2023).
Pertemuan itu dipimpin oleh Wakil Ketua Majelis Syuro Mohamad Sohibul Iman dan Sekjen Habib Aboe Bakar.
Selain itu, ada pula Ketua DPP Almuzzammil Yusuf, Jubir PKS, Pipin Sopian, dan Muhammad Kholid.
Mereka disambut oleh Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya, Sugeng Suparwoto, Wasekjen Hermawi Taslim.
Adapun kedatangan mereka untuk memenuhi undangan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Sebelum itu, bakal calon presiden (bacapres) Partai NasDem, Anies Baswedan menemui Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Anies-Baswedan-Kunjungi-Karawang.jpg)