Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Lewati Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Ini Catatannya
Ekonomi Jawa Barat tumbuh 6,07 persen. Angka itu melebihi pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III 2022 yang tumbuh positif
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ekonomi Jawa Barat tumbuh 6,07 persen. Angka itu melebihi pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III 2022 yang tumbuh positif sebesar 5,72 persen.
Hal itu diungkapkan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Barat, Heru Pudyo Nugroho dalam keterangannya, Senin (30/1/2023).
"Pada Sektor riil, perekonomian Jawa Barat Triwulan IV 2022 diperkirakan akan tumbuh positif didukung kinerja penanaman modal dan konsumsi rumah tangga," ujar Heru Pudyo Nugroho.
Baca juga: Ridwan Kamil Paparkan Kunci Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Pascapandemi
Dari sisi fiskal, kata dia, optimalisasi belanja Pemerintah Pusat dan Daerah dengan menjaga kinerja Pendapatan Negara dan Daerah yang berkinerja baik menjadi stimulus pemulihan ekonomi hingga akhir Desember 2022.
Sementara itu, kata dia, kinerja Pendapatan Negara masih tumbuh positif, sejalan dengan pemulihan ekonomi Jawa Barat.
Capaian realisasi penerimaan perpajakan bersumber dari penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai. Dari sisi penerimaan pajak, hingga akhir Desember 2022 capaian tercatat sebesar Rp104,97 triliun atau 118,17 persen terhadap target APBN.
Penerimaan pajak tersebut tumbuh sebesar 32,74 persen secara years on years (yoy). Secara nominal, penerimaan pajak ditopang oleh lima sektor dominan diantaranya Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Administrasi Pemerintahan, Kegiatan Jasa Lainnya, dan Real Estat yang menyumbang sebesar 79,97 persen dengan nilai nominal sebesar Rp83,95 triliun.
Secara keseluruhan kinerja APBN di Jawa Barat sampai dengan bulan Desember 2022 sangat baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat dan juga didukung konsumsi rumah tangga dan penanaman modal.
"Meskipun demikian, kenaikan harga-harga komoditas dan dampak ekonomi global yang masih berlangsung terhadap perekonomian Jawa Barat perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan dampak terhadap sisi penerimaan negara karena tahun 2023 sudah menerapkan defisit APBN sebesar 3 persen terhadap PDB," ucapnya.
Ekonomi Jawa Barat
pertumbuhan ekonomi nasional
Heru Pudyo Nugroho
pendapatan negara
APBN
penerimaan pajak
Menteri Keuangan Sri Mulyani Bahas Tidak Ada Kenaikan Gaji PNS di Tahun 2026, Terungkap Alasannya |
![]() |
---|
1.775 Rumah di Bandung Tak Layak Huni, Bakal Dapat Bantuan Renovasi Secara Bertahap |
![]() |
---|
Piala Presiden 2025 Digelar Tanpa Dana Negara, Segini Besaran Hadiah untuk Sang Juara |
![]() |
---|
Koperasi Merah Putih Terbuka untuk Didanai CSR, Wamenkop: 5 Tahun Balik Modal, Insyaallah |
![]() |
---|
Menguatkan Infrastruktur dan UMKM Sebagai Pilar Peningkatan Ekonomi Jawa Barat Menuju Target 7Persen |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.