Pembunuhan Sekeluarga

Bukan Farida tapi Parida, TKW yang Jadi Korban Pembunuhan Berantai Wowon cs Itu Berasal dari Bandung

Berdasarkan KTP milik Parida yang beredar, wanita ini merupakan warga Kampung Cilangari, RT 1/14, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, KBB.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
hilman kamaludin/tribun jabar
Parida seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang jadi korban pembuka rangkaian serial killer atau pembunuhan berantai Wowon cs di Bekasi dan Cianjur ternyata warga asal Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Parida, sebelumnya ditulis Farida seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang jadi korban pembuka rangkaian serial killer atau pembunuhan berantai Wowon cs di Bekasi dan Cianjur ternyata warga asal Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berdasarkan KTP milik Parida yang beredar, wanita ini merupakan warga Kampung Cilangari, RT 1/14, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, KBB.

Diketahui, jenazah Parida dikubur di Cianjur setelah dibunuh oleh partner in crime Wowon yakni Solihin alias Duloh (53).

Kepala Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Sabana mengatakan, terkait Parida yang merupakan warganya ini menjadi korban serial killer Wowon cs, pihak desa dan perwakilan keluarga korban telah mendapat informasi dari anggota Polda Metro Jaya. 

"Saya mendapat informasi melalui telepon dari anggota Polda Metro Jaya yang menanyakan terkait warga bernama Parida asal Desa Cilangari," ujarnya saat dihubungi, Rabu (25/1/2023).

Setelah mendapat informasi tersebut, kata Sabana, pihaknya langsung melakukan penulusuran dan ternyata benar bahwa Parida binti Badriyah ini berdomisili di Kampung Cilangari dan dipastikan korban serial killer Wowon cs.

Lubang yang ditemukan di kamar tak terpakai di Rumah Wowon dan Istrinya di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Minggu (22/1/2023).
Lubang yang ditemukan di kamar tak terpakai di Rumah Wowon dan Istrinya di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Minggu (22/1/2023). (fauzi noviandi/tribunjabar)

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, Parida ini bekerja sebagai TKW di Abu Dhabi selama 12 tahun, kemudian pada Juli 2021, dia berniat pulang ke kampung halamannya untuk mengikuti peringatan hari kemerdekaan RI. 

"Sebelum pulang, Parida memberi kabar akan berlibur bersama majikan ke Bali. Tapi, dia bilang tidak mau dijemput sama keluarga karena sudah janjian dengan laki-laki dan mau melaksanakan pernikahan," kata Sobana. 

Namun setelah berkomunikasi pada Juni 2021 itu, kata dia, Parida kemudian hilang kontak dengan keluarga, sedangkan selama 12 tahun di Timur Tengah dia tidak pernah putus komunikasi. 

Baca juga: Dalami Kasus Halimah Korban Serial Killer Wowon Cs, Polisi Periksa dan Tes DNA Keluarga di Bandung

"Kata keluarganya, komunikasi selama 12 tahun jadi TKW itu lancar, mengirim uang juga lancar, tapi setelah bulan Bulan Juli gak ada komunikasi lagi," ucapnya.

Selama hampir 1,7 bulan tidak ada kabar, kata Sabana, tiba-tiba pihak keluarga mendapat kabar buruk tentang Parida karena dia jadi korban pembunuhan berantai Wowon Cs. 

"Pihak keluarga baru tahu kabar Parida jadi korban, katanya hari ini petugas dari Polda Metro Jaya akan mengambil sampel darah untuk tes DNA," ujar Sabana.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panji Yoga mengatakan, untuk mendalami kasus serial killer dengan korban atas nama Parida tersebut, pihaknya sudah mengambil sampel DNA dari ibu kandung Parida.

"Saat ini (DNA) masih diperiksa di labfor Jakarta," ujar Indrawienny saat ditemui di Cililin, Bandung Barat.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved