Fenomena Ngemis Online di TikTok, Pengamat Ekonomi: Bukan Tak Ada Potensi Ekonomi, tapi Mentalitas

Konten tertentu dengan menunjukan kesulitan ekonomi dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk menghasilkan keuntungan pribadi.

Penulis: Nappisah | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ Tribun Medan
Demi Dapat Gift Live TikTok, Pria Ini Rekam Orangtua Mandi Lumpur 

Laporan Wartawan TribunJabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fenomena ngemis online yang beberapa hari terakhir menjadi perbincangan publik, disoroti oleh pengamat ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi.

Ia mengatakan, konten tertentu dengan menunjukan kesulitan ekonomi dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk menghasilkan keuntungan pribadi.

"Fenomena sosial yang muncul memanfaatkan fitur-fitur sosial media yang terus berkembang," ujar Acuviarta, saat ditemui Tribunjabar.id di Bandung, Selasa sore (24/01/2023).

Baca juga: Ngemis Online Tiktok,Akun Ini Rekam Orangtua Mandi Lumpur demi Gift, Mensos Risma Bakal Surati Pemda

Di sisi lain, kata ia, literasi masyarakat perlu diarahkan ke hal yang lebih positif.

"Kalangan tertentu menjadikan media untuk memeberi sumbangan. Fenomena seperti ini saya harapkan tidak merendahkan harkat dan martabat pembuat konten," jelasnya.

Masyarakat, kata ia, dapat membuat video yang lebih kreatif tanpa menjual rasa iba sebagai sarana menghasilkan pendapatan ekonomi.

"Pelu dicari kreativitas yang lain menunjukan narasi memang ada kesulitan ekonomi," jelasnya.

Ia menuturkan, literasi masyarakat masih terbatas, menganggap hal tersebut masih lumrah.

"Bukan tidak ada potensi ekonomi, tetapi karena mentalitas, tidak murni bahwa video ekstrem semacam itu mengambarkan kesulitan," imbuhnya.

Sebagai informasi, video live streaming di platfoam TikTok diperankan oleh Layar Sari (55) menarik perhatian pengguna media sosial dengan konten mandi lumpur.

Warga asal Lombok ini mendapatkan penghasilan dengan disawer online oleh netizen. Layar Sari mampu
meraup uang lebih banyak dibandingkan dengan nyangkul dan membajak sawah.

Acuviarta mengatakan, Lombok memiliki potensi ekonomi yang baik.

Baca juga: Viral Anak Rekam Orang Tua Mandi Lumpur Demi Gift di TikTok, Warganet Geram Colek Polisi Agar Dicari

"Belum tentu orang tersebut kurang secara ekonomi, sama seperti di kota besar ternyata pengemis memiliki rumah mewah di daerahnya," ujar Acuviarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved