Rabu, 22 April 2026

Kronologi Heboh Kabar Penculikan 9 Anak SD di Rancakalong Sumedang yang Ternyata Hoaks

Kabar tentang penculikan sembilan murid SDN Pasirlaja dan SDN Sukanandur, Sumedang, ternyata hoaks.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Humas Polres Sumedang
Unggahan kabar bohong tentang penculikan sembilan murid SDN Pasirlaja dan SDN Sukanandur di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, yang sempat membuat heboh.  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kabar tentang penculikan sembilan murid SDN Pasirlaja dan SDN Sukanandur di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, sempat membuat heboh, ternyata hoaks. 

Polisi kemudian memastikan itu adalah kabar bohong setelah sejumlah saksi diperiksa termasuk pihak sekolah. 

"Kami pastikan itu kabar bohong," kata Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan, kepada TribunJabar.id di Sumedang, Jumat (20/1/2023). 

Kabar bohong itu menyebar berawal dari status WhatsApp seorang warga Kecamatan Sumedang Utara bernama EK (53). 

Dalam status itu EK menuliskan warga harus berwaspada terhadap aksi penculikan yang baru saja terjadi. 

Waspada penculikan anak sekolah baru terjadi di SDN Sukanandur dan SDN Pasirlaja, 9 orang siswa SD dipaksa masuk mobil," demikian bunyi status WhatsApp itu. 

Kapolres Sumedang kemudian memerintahkan Polsek Rancakalong untuk mengecek ke lokasi yang disebutkan dalam status tersebut. 

Baca juga: Warga 15 Desa di Sumedang Masih Buang Air Besar Sembarangan, Tujuh di Antaranya di Jatinangor

"Anggota memeriksa kebenaran berita tersebut, serta memeriksa beberapa orang yang sudah menyebarkan berita tersebut," kata Indra. 

Setelah ditelusuri kepada EK, sampailah pada kesimpulan bahwa EK membuat status itu spontan saja setelah melihat foto imbauan tentang kewaspadaan penculikan anak dari DC (37) seorang warga Rancakalong.

Polisi kemudian menelusuri ke DC.

Warga tersebut mengakatan bahwa informasi imbauan itu didapatnya dari grup WhatsApp kelas VI SDN Sukanandur.

Assalamualaikum, pa punten pami uih kedah sasarengan, ulah nyalira-nyalira aya culik melang (Assalamualaikum, Pak maaf, kalau pulang harus dibarengi, khawatir ada culik),” bunyi imbauan di grup itu. 

Polisi juga mengonfirmasi ke kepala sekolah masing-masing SD.

Baca juga: Rampas Motor yang Telah Lunas di SPBU, Tiga Debt Collector Dibekuk Polisi di Tanjungsari Sumedang

Baik di SDN Pasirlaja maupun di SDN Sukanandur, jumlah murid lengkap serta tak ada laporan kehilangan anak dari orang tua. 

EK dan DC yang sempat diperiksa di Mapolsek Rancakalong akhirnya diizinkan pulang.

Perkara ini tidak dilanjutkan secara hukum namun keduanya membuat surat pernyataan dan video klarifikasi bahwa kabar itu bohong dan dilakukan dengan spontanitas. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved