Pemilu 2024
Apa Itu Tagar Pituin 2024 yang Muncul di Kab Bandung Jelang Pemilu Serentak? Ternyata Begini Artinya
Tagar pituin 2024 atau tagar 2024 pituin, mulai muncul di Kabupaten Bandung, seiring dengan bergulirnya waktu, menuju Pemilu 2024.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Darajat Arianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tagar pituin 2024 atau tagar 2024 pituin, mulai muncul di Kabupaten Bandung, seiring dengan bergulirnya waktu, menuju Pemilu 2024.
Pituin merupakan kata dari bahasa sunda yang brarti asli. Sehingga tagar 2024pituin itu, berartu 2024 asli Kabupaten Bandung.
Menurut Direktur Jamparing Institut, Dadang Risdal Aziz, yang juga pemerhati kebijakan publik dan politik, #2024pituin memang bermunculan di Kabupaten Bandung, namun entah siapa yang pertama menghembuskannya.
"Gerakan inipun seolah tidak jelas siapa pencetus, dan organisasi pengusungnya. Tapi nampak bergulir begitu saja, muncul menjadi tema obrolan di tengah masyarakat Kabupaten Bandung," kata Dadang, di Soreang, Rabu (11/1/2023).
Dadang mengungkapkan, memang arti dari pituin berarti asli, dalam tagar pituin 2024, maksudnya adalah pada 2024 putra daerah.
Baca juga: Persiapan Pemilu Serentak 2024, Pendaftar Calon PPS di Pangandaran Mencapai 1200 Orang
"Munculnya fenomena ini adalah sebagai gerakan moral semata," kata Dadang.
Dadang mengungkapkan, itu sebagai wujud keinginan dan harapan masyarakat, bagi wakilnya nanti yang duduk di eksekutif atau legislatif, baik di DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi, DPR RI, maupun di Pilkada.
"Memang dalam iklim demokrasi tidak ditentukan, tentang calon yang bisa dipilih dan harus menjadi wakilnya berasal dari mana yang penting tercatat sebagai Warga negara Indonesia dan tidak sedang dicabut hak politiknya," kata Dadang.
Demokrasi, kata Dadang, memberikan hak yang sama bagi setiap orang untuk memilih dan dipilih dalam aktivitas politik.
"Jadi adanya #2024 pituin sedikit bersebrangan dengan demokrasi," kata Dadang.
Dadang menjelaskan tagar 2024 pituin, membuka ruang yang lebih lebar, mendorong, serta mendukung putera daerah yang mempunyai potensi, baik dari sisi akademis, popularitas maupun sumberdaya.
"Agar bisa secara nyata berkiprah memberikan sumbangsih pada pembangunan, dan mempermudah komunikasi, jika yang bersangkutan terpilih nantinya," kata dia.
Menurut Dadang, putra daerah dianggap lebih tahu kebutuhan dan keinginan dari setiap wilayah, mengetahui detail daerahnya sendiri, paham karakteristik sosial budaya dan kulturalnya.
Baca juga: Besok PDIP Rayakan Ultah ke-50, Hasto Sebut Megawati Siapkan Kejutan Terkait Pemilu 2024
"Selain itu mudah untuk berkomunikasi dan mudah ditemui oleh masyarakat, hingga bisa didatangi ke rumahnya," kata dia.
Sedangkan kalau bukan putra daerah, kata Risdal, mungkin dianggap kurang memahami, kondisi wilayah dan karekteristik sosial budayanya.
"Bahkan mungkin masyarakat menganggap sulit berkomunikasi, meski ada rumah singgahnya di sini, tapi sulit ditemui dan chemistry nya kurang terjalin," katanya.
Fenomena tersebut muncul, kata Dadang, mungkin akibat kondisi yang ada dan telah dirasakan masyarakat, wakil rakyat yang bukan putra daerah sekarang dianggap kurang memahami kondisi masyarakat.
"Dan mungkin jarang menjumpai warga di Dapilnya. Paling saat kampanye dan reses," tuturnya.
Terutama untuk anggota DPR RI, mungkin kata Dadang, kini masyarakat tak mengenal semua anggota DPR RI dari dapil di Kabupaten Bandung.
Baca juga: Uu Ruzhanul Uluum Klaim Bakal Diusung PPP Sebagai Calon Gubernur Jabar di Pemilu 2024
"Paling hanya beberapa orang anggota DPR RI yang dikenal, itu karena mereka banyak menggelar programnya di masyarakat," katanya.
Tentu kata Dadang, fenomena tagar 2024pituin, bisa menguntungkan calon yang berasal dari putera daerah, dan menjadi bentuk ancaman eksistensi calon dari luar daerah.
"Walau dalam prakteknya tidak, seperti itu karena faktor lainpun sangat mempengaruhi masyarakat dalam menentukan calon, yang akan dipilihnya nanti, saat hari H pemungutan suara," ujar Dadang.
Menurutnya, tingkat elektabilitas, popularitas, mesin partai maupun sistematika kampanye, mempunyai peranan yang signifikan dalam proses keterpilihan seseorang menjadi anggota legislatif maupun kepala daerah.
Dalam sebuah kompetisi politik, kata Dadang, itu biasa terjadi, sebuah isu kerap dipakai untuk menarik simpati untuk kepentingan politiknya, masyarakat sekarang lebih melek politik.
Baca juga: Perempuan Cantik Ini Targetkan Partai Gelora Subang Raup Belasan Ribu Suara Pemilu Legislatif 2024
"Hasil akhir nanti akan ditentukan juga oleh faktor- faktor lainya. Sisi positifnya pemilu sebagai hajatnya rakyat, sudah dirasakan gairah dan gaungnya dari sekarang. Sehingga diharapkan, partisipasi masyarakat nanti di tahun 2024 akan lebih meningkat," ucapnya. (*)
Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya di GoogleNews
Daftar 50 Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Periode 2024-2029, Dilantik Pekan Depan di Lembang |
![]() |
---|
Jalani Dikpol 3 Hari, Anggota DPRD Terpilih dari Golkar se-Jabar dapat Bekal Banyak Pengetahuan Baru |
![]() |
---|
Ini Daftar Nama Lengkap 50 Anggota DPRD Terpilih yang Ditetapkan KPU Karawang, Dilantik Agustus |
![]() |
---|
KPU Subang Resmi Tetapkan 50 Caleg Terpilih untuk DPRD Subang 2024-2029, Berikut Nama-namanya |
![]() |
---|
Ini Daftar 50 Anggota DPRD Kabupaten Majalengka Terpilih Periode 2024-2029 yang Ditetapkan KPU |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.