Sabtu, 30 Mei 2026

Tempat Wisata di Majalengka

Nuansa Raja Ampat Papua Kini Ada di Majalengka, Perbukitan Eksotis yang Dikelilingi Hamparan Daratan

Bukit Sanghyang Dora di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka memiliki daya tarik sebagai objek wisata karena mirip Raja Ampat Papua

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/EKI YULIANTO
Bukit Sanghyang Dora di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka memiliki daya tarik sebagai objek wisata karena mirip Raja Ampat Papua, bedanya suasana ini ada di daratan. 

"Bedanya, di Raja Ampat itu versinya kan lautan ya, jadi Bukit yang dikelilingi lautan, nah di kami itu daratan, jadi kalau pengunjung naik ke puncak bisa melihat bukit-bukit seperti di Raja Ampat begitu," ujar Otang saat ditemui di lokasi, Senin (26/12/2022) sore.

Otang menjelaskan, bahwa awal dikenalnya Sanghyang Dora dengan julukan Raja Ampat justru dari pengunjung itu sendiri.

Di mana, banyak pengunjung yang berswafoto dengan latar perbukitan yang menyerupai Raja Ampat.

"Sebenarnya sudah lama ya, sekitar 3 tahun lalu. Jadi penyebutan itu tidak sengaja, karena banyaknya pengunjung yang berfoto dengan background bukit-bukit itu, sehingga banyak yang bilang mirip seperti di Raja Ampat," ucap Otang.

Menurut dia, bahwa Sanghyang Dora sendiri memang dikenal dengan wisata 'camp ground'.

Banyak wisatawan dari luar daerah yang sengaja datang untuk bisa menikmati suasana di puncak bukit Sanghyang Dora.

Baca juga: Tempat Wisata di Majalengka, Ini Kawasan Kemping Terbaik yang Lagi Hit, View Indah Langsung Menyapa

"Sanghyang Dora itu tipe wisata camp ground, karena apa, wisata kami ini harus diawali dengan perjalanan dulu, yaitu pendakian."

"Waktunya sekitar satu jam setengah dari mulai basecamp sampai ke puncak," kata Otang.

"Ada 5 pos, nah masing-masing pos itu, pos pertama berada di Bukit Enjoy, pos 2 berada di Bukit Kayaa, pos 3 berada di Bukit karapyak, pos 4 berada di Bukit panangisan dan pos 5 berada di Bukit lebak lutung," jelas dia.

Adapun, kata Otang, pendaki hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 10 ribu untuk bisa mengunjungi tempat wisata alam ini.

Jika waktunya berada di akhir pekan, harganya naik menjadi Rp 15 ribu.

 

Bukit Sanghyang Dora di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka memiliki daya tarik sebagai objek wisata karena mirip Raja Ampat Papua, bedanya suasana ini ada di daratan.
Bukit Sanghyang Dora di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka memiliki daya tarik sebagai objek wisata karena mirip Raja Ampat Papua, bedanya suasana ini ada di daratan. (TRIBUNCIREBON.COM/EKI YULIANTO)

Di titik awal wisata ini juga, pengunjung dapat menikmati spot-spot foto yang telah disediakan oleh pengelola.

"Di bawah ada camp ground, cuma itu lebih condong ke family gathering. Ada MCK juga, lapangan kemping, spot-spot foto, musala maupun lainnya. Di atas ada toilet juga," ujar Otang.

Baca juga: Kemping di Taman Langit Pangalengan, Begini Pemandangan Alam saat Sore, Pagi dan Malam

"Motor dan mobil ukuran sampai elf bisa masuk sampai ke basecamp.

"Tetap, kita imbau kepada pengunjung yang hendak datang ke sini agar tetap mematuhi prokes, kemudian yang ingin kemping di atas harus memperhatikan safety pendakian," ucap Otang. (*)

Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved