Minggu, 12 April 2026

Densus 88 Buru Teroris

Ternyata Polda Jabar Sempat Jadi Sasaran Teror Serangan Bom Jaringan JAD, Terungkap Berkat Ini

Dari peristiwa Cicendo, polisi membedah dokumen-dokumen yang diamankan dari jaringan JAD, diketahui Agus pernah merencanakan teror bom ke Polda Jabar

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
ILUSTRASI - Densus 88 Anti Teror saat mendatangi indekos di Jalan Waas, RT 03 RW 01, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Selasa (13/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polda Jabar disebut pernah menjadi target teror bom jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Hal itu terungkap setelah tim Densus 88 Anti Teror berhasil mengungkap jaringan dari Agus Sujatno, pelaku serangan bom bunuh diri Polsek Astana Anyar dan bom panci Cicendo 2017, Kota Bandung.

Kabag Bantuan Operasi (Banops) Densus 88 Anti Teror, Kombes Aswin Siregar mengatakan, Agus merupakan orang yang sama saat teror bom panci dan bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung.

Dari peristiwa Cicendo, pihaknya telah membedah dokumen-dokumen yang diamankan dari jaringan JAD dan diketahui Agus pernah merencanakan teror bom ke Polda Jabar, setelah melakukan teror bom panci Cicendo.

"Bahwa dari dokumen kasus Cicendo itu sebelumnya, sasarannya memang itu beberapa adalah kantor kepolisian. Mapolda Jabar, beberapa polsek dan lainnya juga," ujar Aswin, saat jumpa pers di Mapolda Jabar, Rabu (21/12/2022).

Aswin mengatakan, pihaknya juga sebelumnya pernah menyampaikan imbauan tentang kewaspadaan pengamanan di Polda Jabar tak lama setelah kasus Cicendo.

"Orang yang sama, dan jaringan yang sama," ucap Aswin.

Baca juga: 26 Teroris dari Dua Jaringan Diamankan Densus 88 Antiteror, 6 di Antaranya Ditangkap di Jawa Barat

Sebelumnya, Sebanyak 26 teroris dari dua jaringan diamankan densus 88 anti teror. Mereka diamankan dari lima provinsi berbeda, yaitu Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Jawa Barat (Jabar), dan Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, 10 orang yang diamankan di Sumut masing-masing berinisial HRF, MG, IS, MS, SDf, RG, AF, SF, JM, dan RD.

Semuanya merupakan kelompok Jaringan Islamiyah (JI).

Kemudian di Jabar, total ada enam orang yang sudah diamankan masing-masing berinisial YS, SH, AS.

Sementara masih ada tiga lainnya dari Jabar yang belum ditahan yakni DP, TJD, dan AM. Ketiganya masih menjalani pemeriksaan.

Mereka merupakan Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atau kelompok bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar.

"Selanjutnya ada WH dan SY jaringan JI yang diamankan dari Sumbar dan Riau, untuk Jateng ada delapan orang, di mana tujuh orang berinisial KA, PM, SA, JU, PH, MHN, BDH jaringan JI ditangkap sebelum bom bunuh diri di Astana Anyar. Sedangkan 1 orang berinisial RSM ditangkap setelah aksi bom dari jaringan JAD," ujar Ahmad, saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Rabu (21/12/2022).

Baca juga: Termasuk Pedang, Ini Barang-barang yang Diamankan Densus 88 dari Terduga Teroris di Sumut

"Untuk mereka yang ditangkap 14 berasal dari jaringan JAD dan 12 dari JI," tambahnya

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved