Kasus DBD di Kota Tasik Selama 2022 Banyak Menyerang Anak-anak, Dinkes Imbau Warga Lakukan Ini
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya yang jumlahnya mencapai 1.830 orang juga banyak menyerang anak-anak.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jaba, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya yang jumlahnya mencapai 1.830 orang juga banyak menyerang anak-anak.
Anak-anak rentan terserang karena mereka lebih banyak berada di rumah dengan jadwal tidur yang bisa beberapa kali.
"Anak-anak juga banyak terserang. Data pastinya ada di kantor," kata Kabid Pemberantasan dan Pencegahan Pengakit (P2P), Dinas Kesehatan, dr Asep Hendra, Selasa (20/12/2022).
Baca juga: Ribuan Warga Kota Tasikmalaya Terkena Demam Berdarah Sepanjang 2022, 28 Orang Meninggal dunia
Sebelumnya Asep mengungkapkan, total serangan DBD mulai awal tahun hingga November 2022 mencapai 1.830 kasus.
Sebanyak 28 orang di antaranya meninggal dunia karena saat dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas sudah dalam kondisi drop.
Menurut Asep, anak-anak rentan terserang DBD karena lebih banyak diam di rumah, di mana nyamuk aedes aegypti pembawa DBD pun hidup.
"Serangan terutama terjadi saat anak-anak sedang tidur," ujar Asep. Nyamuk aedes aegypti sendiri biasanya menggigit pada pagi dan sore hari.
Karena itu, Asep mengimbau warga terutama yang punya anak-anak di rumah melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
"Umur nyamuk sekitar tiga minggu, berarti memberantas sarangnya harus kurang dari itu," kata Asep.
Sarang nyamuk yang tanpa disadari ada di rumah, tambah Asep, di antaranya di bak mandi, tempat penampungan air di belakang kulkas serta tatakan pot.
Baca juga: Kasus Demam Berdarah di Majalengka masih Tinggi, Sejak Januari 2023 Terhitung Ada 356 Kasus