Banjir di Sumedang

Normalisasi Sungai Cisurupan di Sawahdadap Sumedang Butuh Waktu Sepekan

Dua unit backhoe dikerahkan untuk menormalisasi sungai Cisurupan di Desa Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Kondisi Dusun Cisurupan Desa Sawahdadap, Cimanggung, Sumedang, setelah diterjang banjir bandang, Minggu (18/12/2022). Sungai Cisurupan tertutup material pohon, bambu, dan lumpur.   

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dua unit backhoe dikerahkan untuk menormalisasi sungai Cisurupan di Desa Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang

Pengerahan backhoe telah dilakukan sejak sehari pasca banjir bandang menerjang perkampungan di desa tersebut. Banjir terjadi Sabtu (17/12/2022). 

Namun berapa lama waktu yang diperlukan untuk membersihkan sumbatan-sumbatan sungai berupa material lumpur dan batang-batang pohon kayu itu?

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang Atang Sutarno mengatakan petugas gabungan perlu waktu sepekan. 

"Kami punya target paling lama normalisasi satu minggu," kata Atang di Sawahdadap, Senin (19/12/2022). 

Atang mengatakan tidak akan menambah alat berat. Dua alat berat yang kini digunakan sudah cukup. Jika ditambah, medan yang dikerjakan tidak akan muat menampung lebih banyak kendaraan berat. 

Aparat gabungan TNI dan Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang melanjutkan pekerjaan normalisasi Sungai Cisurupan, Desa Sawahdadap, Cimanggung, Sumedang, Senin (19/12/2022). 
Aparat gabungan TNI dan Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang melanjutkan pekerjaan normalisasi Sungai Cisurupan, Desa Sawahdadap, Cimanggung, Sumedang, Senin (19/12/2022).  (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Yang diperlukan tim gabungan saat ini adalah tambahan orang. Tenaga manusia diperlukan untuk menjangkau titik-titik yang backhoe tidak sanggup menggapainya. 

Pantauan TribunJabar.id hari ini, petugas dari TNI, Polri, dan BPBD juga terjun langsung memikul kayu-kayu besar dari sungai. Ada pula yang mengoperasikan mesin gergaji. 

Bukan hanya orang-orang di lokasi normalisasi yang dibutuhkan. Atang mengatakan orang-orang juga diperlukan di pembuangan material. 

Baca juga: Tak Ada Angin Maupun Hujan, Tanggul di Cimanggung Ambrol Timbun Seorang Kakek Berikut Domba-dombanya

Diketahui, material diangkut menggunakan mobil pikap. Di lokasi pembuangan tidak jauh dari lokasi normalisasi, material dari pikap harus diturunkan secara manual.

"Yang diperlukan adalah bantuan orang untuk menurunkan material dari kendaraan kecil," katanya.(Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved