Jalan Utama di Surian Sumedang Ambles Sejak 2018, Warga Sering Celaka karena Licin
Pengguna jalan penghubung Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Subang dan Indramayu itu harus ekstra hati-hati. Jalan itu berlumpur dan sangat licin.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ruas jalan di sekitar Dusun Haurpapak, Desa Surian, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang ambles terus menerus.
Pengguna jalan penghubung Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Subang dan Indramayu itu harus ekstra hati-hati. Jalan itu berlumpur dan sangat licin.
Menurut informasi yang dihimpun TribunJabar.id, jalan ambles itu pertama kali terjadi empat tahun lalu. Jalan itu tanahnya terus bergerak, apalagi ketika musim penghujan.
"Ambles dari tahun 2018, kalau hujan terus, ambles terus-terusan," kata Jana (50) warga yang berjaga di lokasi jalan ambles itu, Senin (5/12/2022) sore.
Baca juga: Jalannya Terputus Air Bendungan Sadawarna, Warga Surian Sumedang hanya Boleh Naik Perahu sampai Sore
Jana adalah warga Desa Pamekarsari, tetangga Desa Surian, yang menghibahkan hidup sehari-harinya untuk berjaga di sekitar jalan ambles demi membantu pengemudi motor yang melintas.
"Banyak yang celaka di sini karena licin. Saya sendirian di sini membantu. Lagi pula, istri saya yang kerja ke wilayah Subang juga melintas ke sini, maka perlu saya pastikan jalannya lancar," kata Jana.
Pada Senin sore itu, di jalan ambles sepanjang sekitar 200 meter, sudah ada batu-batu belah yang ditumpuk. Batu itu niatnya akan disusun pada arena jalan ambles agar jalan sedikit lebih padat.
"Ini baru saja datang, bantuan dari BPBD Sumedang dua truk batu," katanya.
Warga sendiri inginnya jalan itu tidak digunakan lagi, jalan dipindah ke jalur lama yang melingkari bukit. Selain karena ambles terus, ruas jalan itu ada bagian yang sangat curam dan perlu dihindari.
"Tapi ya mau bagaimana, kami sudah usulkan, entah belum ada anggaran atau bagaimana," kata Jana.
Suryana (45), warga Surian mengatakan amblesnya jalan itu semakin merepotkan warga. Apalagi warga yang sakit dan ingin berobat.
"Mau ke Subang tak bisa karena jalan terendam air Bendungan Sadawarna, mau ke Sumedang ya jauh ya jalan rusak seperti ini," katanya.
Baca juga: Warga Surian Sumedang Terimbas Bendungan Sadawarna, Harus Nyeberang Pakai Perahu, Menunggu Sejam
Dia sempat medambakan ada rumah sakit yang dekat dari Surian. Paling tidak di perbatasan Kecamatan Surian dan Kecamatan Tanjungmedar. Namun, jikapun ada rumah sakit, jalan yang rusak akan tetap jadi kendala.
"Dekat juga kalau jalannya rusak begini mah tetap saja kesulitan. Di akhir masa jabatan Bupati yang terhormat Pak Dony, kami mohon, segerakan perbaikan jalan ini," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-ruas-jalan-di-sekitar-Dusun-Haurpapak.jpg)