Dampak Cuaca Ekstrem, TPT di Sumedang Ambruk Timpa Rumah Warga dan Madrasah
Material longsoran berupa tembok penahan tanah dan bangunan kandang ternak milik warga menimpa sebuah rumah warga serta bangunan Madrasah
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Hujan deras dengan intensitas tinggi di Sumedang menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Padasuka ambruk.
- Material longsoran menimpa rumah milik Opah serta bangunan Madrasah Riyadussalihin, mengakibatkan kerusakan.
- Kandang ternak milik warga juga roboh dan memperparah dampak longsor.
- Tidak ada korban jiwa, namun warga sempat panik karena kejadian berlangsung tengah malam.
- BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan saat hujan deras kembali turun.
Laporan : Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Padasuka RT 01 RW 06, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, ambruk, Minggu (12/4/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam durasi yang cukup lama.
Akibatnya, material longsoran berupa tembok penahan tanah dan bangunan kandang ternak milik warga menimpa sebuah rumah milik Opah serta bangunan Madrasah Riyadussalihin.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Kabupaten Bandung, Sejumlah Kecamatan Terdampak
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, rumah warga dan bangunan madrasah mengalami kerusakan akibat tertimpa reruntuhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor terjadi setelah struktur TPT tidak mampu menahan tekanan tanah yang jenuh air akibat hujan deras.
"Selain TPT, kandang ternak milik Rasidin yang berada di lokasi juga ikut roboh dan memperparah dampak kerusakan di bawahnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto saat dikonfirmasi Tribun Jabar.id, Senin (13/4/2026) pagi.
Warga setempat sempat panik saat kejadian berlangsung, mengingat longsor terjadi pada malam hari saat sebagian besar warga tengah beristirahat.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian masih dalam penanganan, sementara warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Baca juga: Viral Whoosh Sempat Berhenti Mendadak di Kopo Bandung, Ternyata gara-gara Cuaca Ekstrem
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
| Kasus Bayi Rosita Meninggal di RS Pakuwon Sumedang, Dinkes Jabar Sebut Bukan Ditolak Operasi Caesar |
|
|---|
| Beras SPHP dan Minyak Murah Ludes diserbu Warga di Gelar Pangan DKUKMPP Sumedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/TPT-ambrol-di-Sumedang-124.jpg)