Hidung Harnoko Keluarkan Darah, Warga Jatinunggal Sumedang Dianiaya Kades dan Anak Saat Tagih Utang
Nahas menimpa Harnoko (48). Pamit kepada istrinya untuk menagih utang ke kepala desa (kades), dia kembali ke rumah dalam keadaan bonyok.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Nahas menimpa Harnoko (48). Pamit kepada istrinya untuk menagih utang ke kepala desa (kades), dia kembali ke rumah dalam keadaan bonyok, wajah berlumur darah, dan muntah-muntah.
Harnoko adalah warga di Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Dia diduga dianiaya kades berinisial US dan anaknya G, Senin (5/12/2022).
Istri korban, Desi (42), mengatakan, kejadian penganiayaan itu diduga dipicu masalah utang-piutang antara kades dan suaminya.
"Pamitnya mau nagih utang ke kuwu (kades), tapi enggak tahu kenapa kok pulang-pulang jadi bonyok," kata Desi, Senin sore.
Desi kemudian membawa suaminya itu ke IGD RSUD Sumedang untuk ditangani secara medis.
"Saat menagih utang itu, suami saya tak sendirian. Kakaknya juga ikut," kata Desi.
Baca juga: Air Bendungan Sadawarna Sampai ke Surian Sumedang, Putus Jalan Penghubung Sumedang-Subang-Indramayu
Kakak ipar Desi itu juga kena bogem pihak kades.
Sebab, diduga kades melakukan penganiayaan itu tak sendiri, melainkan bersama anaknya.
"Kalau kakak suami dipukuli oleh kepala desa. Suami saya dipukuli sama anaknya," katanya.
Desi menjelaskan utang itu terkait dengan proyek pembangunan jalan di Jatigede. Nilainya Rp 280 juta.
"Suami saya nagih juga sesuai janji dari Pak Kuwu," kata Desi.
Baca juga: Penderita HIV/AIDS di Sumedang Meningkat Setiap Tahun, Banyak Orang Enggan Memeriksakan Diri
Harnoko, menurut Desi, menderita luka lebam di bagian mata serta keluar darah dari hidung.
"Muntah juga sudah empat kali," katanya.
Menurut informasi yang dihimpun TribunJabar.id, Satreskrim Polres Sumedang telah turun tangan menangani kasus ini. (*)
Baca berita lainnya di GoogleNews