Akui Ada Cekcok hingga Korban Dirawat di RSUD, Kades di Sumedang Ini Tetap Bantah Ada Penganiayaan

Kepala Desa Sarimekar mengakui terjadi cekcok antara dia dan anaknya G dengan Harnoko, namun menampik adanya penganiayaan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Dok. Desi/istri korban
Harnoko (48) saat berada di IGD RSUD Sumedang, Senin (5/12/2022). Harnoko diduga dianiaya kades dan anaknya karena menagih utang.  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepala Desa Sarimekar, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, US mengakui terjadi cekcok antara dia dan anaknya G dengan Harnoko (48) dan kakaknya Agus, Senin (5/12/2022).

Dari cekcok itu, muncul dugaan penganiyaan yang dilakukan Kades dan anaknya sehingga Harnoko bonyok, hidungnya berdarah, dan kini menjalani perawatan di IGD RSUD Sumedang.

Namun, Kades menampik bahwa hal itu penganiayaan.

Baca juga: Hidung Harnoko Keluarkan Darah, Warga Jatinunggal Sumedang Dianiaya Kades dan Anak Saat Tagih Utang

"Masalahnya bukan penganiayaan. Kebetulan yang bersangkutan anak saya, dan anak saya itu korban Harnoko," ujar US saat dihubungi via telepon, Senin malam.

Sebelumnya, dikabarkab bahwa Harnoko menagih utang Rp 280 juta kepada Kades. Utang itu terkait proyek pembangunan jalan di Jatigede.

Kades mengatakan, persoalannya bukan utang itu. Sebaliknya, Harnoko hendak menjual rumah kepada anaknya. Namun, setelah masuk uang ke Harnoko Rp 50 juta, rumahnya tak ada, uangnya pun tak ada.

"Sebelumnya, anak saya sempat akan melaporkan Harnoko dengan dugaan penipuan. Tapi saya larang," katanya.

"Kebetulan itu bukan uang anak saya, tapi punya mertuanya,"

"Tadi, mertuanya nagih. Sama saya dibikin clear bahwa uang bukan sama anak-anak, melainkan masuk ke Harnoko yang nawarkan rumah," katanya.

Beurtemulah Harnoko, besan Kades atau mertua anaknya itu dengan cara Kades mengundang Harnoko untuk dikonfirmasi.

"Setelah bertemu, istri anak saya malah dikasari sama Harnoko. Lalu cekcok di desa sama anak saya. Di sana saya coba lerai dan tidak ada masalah," katanya.

Yang jadi permasalahan, kata US, kakaknya Harnoko yang bernama Agus diduga menjadi provokator sehingga membuat suasana memanas. Agus ikut berbicara yang membuat situasi semakin keruh.

Baca juga: Tenda Sakinah Cianjur Viral di Medsos, Ini Kata Kades dan Pimpinan Pondok Pesantren Assuyuthiyyah

Akhirnya Kades melereai dengan memegangi badan Agus, dan anaknya dipegangi oleh aparat desa.

"Harnoko tidak ada yang memegang. Akhirnya dia sempat menjambak rambut anak saya. Lalu semakin tak terkendali, anak saya mukul sekali dan Harnoko langsung ambruk," katanya.

Kades mengatakan bahwa kejadian itu kemudian direkayasa oleh Harnoko seakan-akan Kades berhutang soal proyek di Jatigede.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved