Diduga Jadi Tempat Prostitusi hingga Resahkan Warga, Warung Remang-remang di Sukabumi Ditutup

Penutupan dilakukan karena diduga warung milik ER (45) itu dijadikan tempat prostitusi dan meresahkan warga

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Warung remang-remang di Kampung Cijambe, Desa Sindang Resmi, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ditutup aparat gabungan dari Kepolisian dan Satpol PP. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Warung remang-remang di Kampung Cijambe, Desa Sindang Resmi, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditutup aparat gabungan dari Kepolisian dan Satpol PP.

Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin mengatakan, penutupan dilakukan karena diduga warung milik ER (45) itu dijadikan tempat prostitusi. Penutupan dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB, Jumat (2/11/2022) kemarin.

"Kami dari Kepolisian, Satpol PP, dan aparat desa telah beberapa kali memberi peringatan kepada pemilik warung untuk selaju menjaga ketertiban umum, bahkan diminta menutup warung, tetapi tidak diindahkan bahkan sengaja dan membuka aktivitas seperti biasa," ujar Usep dalam keterangan diterima Tribunjabar.id, Sabtu (3/11/2022).

Baca juga: Dulu Dibersihkan Dedi Mulyadi, Kini Prostitusi Warung Remang-remang di Cilodong Muncul Lagi

Menurutnya, keberadaan warung itu meresahkan warga sekitar, sehingga pihaknya melakukan penutupan.

"Selain sangat meresahkan masyarakat sekitar, warung tersebut disinyalir diduga dijadikan tempat prostitusi, juga sering memutar musik dengan volume sangat keras pada malam hari sampai larut malam dan angat mengganggu warga sekitar," ungkap AKP Usep Nurdin.

"Saya mendapat informasi tentang adanya niat ormas yang akan melakukan sweeping diwarung ER, maka saya bersama Satpol PP Kecamatan langsung ke lokasi untuk menutup aktivitas warung," katanya.

Usep mengatakan, penutupan dilakukan juga mengantisipasi adanya sweeping dari Ormas, Kepolisian dan Satpol PP juga meminta ormas berkoodinasi jika menemukan hal serupa dan tidak main hakim sendiri.

"Di lokasi saya juga meminta kepada anggota ormas untuk tidak bertindak sendiri dan kalau ada informasi terkait penyakit masyarakat silahkan melapor ke Polsek," ucapnya.

Kemudian Usep menerangkan, saat ini pemilik warung sudah dimintai keterangan oleh pihaknya terkait kegiatan yang diduga melanggar ketertiban umum.

Baca juga: Bisnis Prostitusi di Pasuruan Terbongkar, 19 Wanita dan Anak di Bawah Umur Disekap untuk Jadi PSK

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved