Modus Bisnis Kosmetik di Tasik, Wanita Muda Ini Janjikan Untung 30 Persen, Ternyata Usahanya Fiktif

Tersangka YY (24) yang melakukan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan investasi modal usaha kosmetik mengelabui korbannya dengan modus ia jadi

Editor: Darajat Arianto
TribunPriangan.com/Aldi M Perdana
Tersangka YY (24) yang melakukan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan investasi modal usaha kosmetik di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, mengelabui korbannya dengan modus ia menjadi peminjam modal yang ternyata fiktif. 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M. Perdana

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN TASIKMALAYA - Tersangka YY (24) yang melakukan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan investasi modal usaha kosmetik di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, mengelabui korbannya dengan modus ia menjadi peminjam modal yang ternyata fiktif.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Ari Rinaldo mengatakan hal itu saat ditemui TribunPriangan.com di Mapolres Tasikmalaya, Jumat (2/12/2022).

“Tersangka mengajak para korban untuk investasi usaha modal kosmetik dengan keuntungan sebesar 20 sampai 30 persen,” ucap Ari.

Ia menambahkan, usaha modal itu digadang-gadang akan dijalankan oleh pihak peminjam modal, yang kemudian diketahui bahwa peminjam tersebut merupakan sosok fiktif.

“Di dalam sebuah grup Whatsapp yang dibuat YY, di sana berisikan dirinya sendiri, korban, serta pihak peminjam modal. Akan tetapi, rupanya peminjam modal itu masih YY sendiri,” ujar Ari.

Baca juga: Mahasiswi di Tasikmalaya Ini Tawarkan Usaha Kosmetik yang Ternyata Fiktif, Sudah Raup Rp 700 Juta

Menurutnya, YY membuat grup tersebut untuk masing-masing korban dengan sebagian nama dan nomor ponsel peminjam modal fiktif yang dibuatnya sendiri.

“Ini berawal sejak November 2021 lalu. Setelah para korban tertarik dan menyerahkan uangnya, kemudian dalam waktu 20 sampai 30 hari, YY mengembalikan modal berikut keuntungannya kepada korban. Tindakan ini untuk membuat para korban percaya,” ucap Ari.

Selanjutnya tersangka juga meminta para korban untuk mengajak orang lain supaya berinvestasi pada modal usaha kosmetik fiktif ini.

“Lambat laun, karena sudah tidak ada lagi investor baru yang bergabung, tersangka jadi tidak bisa membayar pokok maupun keuntungan kepada para korban sebelumnya,” kata Ari.

Sehingga sebanyak 49 korban mengalami kerugian.

Diketahui, nominal uang yang telah masuk ke rekening tersangka melalui investasi fiktif ini sebesar Rp 700 juta.

Sedangkan total peminjam fiktif sebesar Rp 350 juta dan nominal peminjam fiktif yang belum dikembalikan ke korban sebesar Rp 200 juta.

“Akibat perbuatannya, YY terancam hukuman pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP,” kata Kapolres Tasikmalaya Suhardi Hery Haryanto kepada TribunPriangan.com.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami total jumlah korban yang dirugikan oleh perbuatan YY.

“Mengingat tidak menutup kemungkinan masih adanya korban di luar sana,” ujar Suhardi.

Oleh karena itu, Suhardi mengimbau untuk melapor ke nomor pelayanan aduan Satreskrim di 081322355225 jika ada masyarakat yang dirugikan oleh kasus ini. (*)

Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya di GoogleNews

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved