Gempa Bumi di Cianjur

Distribusi Logistik Korban Gempa Cianjur Terkendala Akses Jalan, Berkelok-kelok dan Sempit

jalur menuju Kampung Cisarua, Desa Serampad, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Perlu usaha ekstra supaya bantuan logistik yang diangkut menggunakan mobil

Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID/ADI RAMADHAN
Akses bantuan korban gempa di Kampung Cihike, RT 001/RW 007, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, hanya bisa dilalui sepeda motor, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Distribusi logistik terhadap korban gempa masih terkendala. Terkhusus untuk wilayah terdampak gempa Cianjur yang jauh dari jalur utama.

Sebab, jalur menuju wilayah tersebut mempunyai akses jalan yang kecil dan berkelok sehingga mobil pembawa logistik harus antre dan tak jarang terjadi kemacetan di beberapa titik menuju wilayah terdampak gempa.

Seperti halnya jalur menuju Kampung Cisarua, Desa Serampad, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Perlu usaha ekstra supaya bantuan logistik yang diangkut menggunakan mobil bisa tersalurkan.

Berdasarkan pemantauan Tribunnews, jalan di dekat Desa Sarampad begitu rusak akibat gempa. Bahkan tak bisa dilalui oleh mobil pembawa logistik.

Sehingga supaya bantuan logistik tetap bosa sampai, baik tim yang mengantarkan bantuan dan beberapa warga sekitar bergotong royong mengangkut bantuan logistik dari mobil ke posko dengan berjalan kaki.

"Iya, jalan rusak. Mobil enggak bisa dipaksa masuk. Sedangkan jalan yang satunya ditutup beko. Jadi warga digotong warga saja bantuannya," kata Ketua RT Kampung Cisarua, Desa Serampad, Rabu (30/11/2022). 

Posko tenda darurat para pengungsi gempa Cianjur
Posko tenda darurat para pengungsi gempa Cianjur (ferri amiril/tribun jabar)

Sehingga semua bantuan tetap dapat tersalurkan dengan aman, hanya saja perlu lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Hingga saat ini mobil bantuan logistik dan keperluan untuk korban gempa masih hilir mudik di kawasan Cianjur dan sekitarnya termasuk ke Desa Serampad

Untuk diketahui, bupati Cianjur Herman Suherman mengungkapkan adanya penambahan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya pada Senin (21/11/2022).

Baca juga: Cerita Warga Lihat Lereng Gunung Pangrango Longsor, Satu Kampung Tak Ada yang Terluka

]Per Rabu (30/11/2022) sore, terdata ada penambahan satu jenazah yang ditemukan sejak pencarian hari kemarin.

“Hari ini ada penambahan penemuan pencarian yaitu didapatkan satu orang sehingga yang meninggal dunia bertambah menjadi 328 jiwa,” ujar Herman dalam konferensi pers seperti dilihat di YouTube BNPB Indonesia, Rabu.

Dengan penambahan itu, menurutnya, jumlah korban yang masih hilang berjumlah 12 orang.(Laporan Wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow)

Berita Tribunjabar.id lainnya di Google News

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved