4 Monyet Liar yang Berkeliaran di Antapani sampai Arcamanik Belum Dievakuasi, Lokasi Pindah-pindah

Yusuf menegaskan sampai saat ini pihaknya belum bisa melakukan evakuasi karena monyet-monyet itu berpindah-pindah.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA
Kabid Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung, Yusuf Hidayat saat ditemui di Mako Diskar PB Kota Bandung, Jumat (31/12/2021). Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung masih terus menyelidiki asal usul monyet yang viral berkeliaran di wilayah Kota Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung masih terus menyelidiki asal usul monyet yang viral berkeliaran di wilayah Kota Bandung.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung, M Yusuf Hidayat menyampaikan pihaknya berfokus cara menyelamatkan jiwa yang mengancam keselamatan manusia.

"Kami mendapatkan informasi di media sosial adanya monyet ke pemukiman warga, seperti di Antapani dan Kiaracondong. Kami melakukan asesmen dan sifat hewan-hewan ini dinamis bukan statis," ujarnya di Balaikota, Rabu (30/11/2022).

Yusuf menegaskan sampai saat ini pihaknya belum bisa melakukan evakuasi karena monyet-monyet itu berpindah-pindah.

Ketika disinggung asal muasal monyet liar itu ke pemukiman, Yusuf mengaku pihaknya belum mengetahuinya.

Namun, dari asumsi masyarakat ada yang mengatakan dari Gunung Manglayang.

Baca juga: Gerombolan Monyet Ekor Panjang Masuk Pemukiman Kiaracondong sampai Arcamanik, Tak Diketahui Asalnya

"Kami berpikiran kalau turun dari Gunung Manglayang bisa ke mana dahulu. Intinya, tugas kami memberikan rasa aman kepada warga dan monyet itu tak sampai mengganggu jiwa warga," ujarnya.

Yusuf juga mengaku hewan ini berjenis monyet bukan kera. Sebab, monyet terkadang liar dan ada pula yang dipelihara namun tak mampu memberikan makan lagi akhirnya dilepaskan dan mencari makan sendiri.

"Monyetnya ada empat ekor. Posisi terakhir sekarang kami belum tahu. Tapi, kami tetap melakukan koordinasi dengan instansi vertikat terkait, yakni BBKSDA. Kami berencana dengan BBKSDA membuat kandang jebakan untuk empat ekor itu," ujarnya.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved