Breaking News:

Pihak Polresta Bandung Tangkap Pengedar Miras yang Bikin Anak 12 Tahun Meninggal

Jajaran Polresta Bandung mengamankan 25 tersangka yang terlibat dalam 15 kasus penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Dok. Polresta Bandung
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, saat konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (28/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jajaran Polresta Bandung mengamankan 25 tersangka yang terlibat dalam 15 kasus penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

Para tersangka hanya bisa menunduk saat digiring dalam konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (28/11/2022).

Tangan mereka diborgol. Mereka pun memakai baju tahanan warna oranye.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, mengungkapkan, 15 kasus narkoba tersebut terungkap dari hasil Operasi Antik Lodaya 2022.

"Operasi Antik Lodaya 2022 ini digelar sejak 16 sampai 25 November 2022," kata Kusworo saat konferensi pers.

Kusworo mengatakan, Operasi Antik Lodaya 2022 ini dilaksanakan sebelum Operasi Lilin dan tahun baru.

Baca juga: Demi Ringankan Hukuman Suami, Istri Tahanan Kasus Narkoba Rela Ditiduri Oknum Polisi, Kini Dibongkar

"Targetnya narkoba. Supaya apa, supaya warga, masyarakat bisa merayakan tahun baru itu tidak dengan narkoba," Kata Kusworo.

Kusworo menjelaskan, dari hasil Operasi Antik Lodaya 2022, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis ganja seberat 20,9 gram, sabu-sabu seberat 17,87 gram, dan minuman keras oplosan empat botol.

"Dari 25 tersangka yang diamankan sebagian besar adalah driver ojek. Kemudian ada buruh, pedagang, dan ada juga yang tidak bekerja," kata Kusworo.

Menurut Kusworo, dari 25 tersangka, dua di antaranya merupakan tersangka kasus minuman keras oplosan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban.

"Korban yang masih dibawah umur (12 tahun) tersebut meninggal dunia akibat menenggak miras oplosan yang diberikan oleh tersangka," kata Kusworo.

Kusworo mengatakan, korban yang meninggal dunia ada satu orang.

Baca juga: IRT Residivis Diringkus Polisi, Edarkan Narkoba di Garut Selatan, Targetnya Penggembala Ternak

"Setelah kami periksa di lab, minuman keras palsu ini mengandung metanol dan membahayakan bagi manusia," tuturnya.

Kusworo menjelaskan, 25 tersangka ini dikenakan pasal 111, 112 dan pasal 114 UU No 35 tahun 2009, variatif disesuaikan dengan perbuatannya. (*)

Baca berita TribunJabar.id lainnya di GoogleNews

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved