Kepala Desa Diminta Mundur, Ratusan Warga Majalengka Geruduk Kantor Desa, Gara-gara Masalah Tanah

Ratusan warga Desa Salawana, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka menggeruduk kantor balai desa setempat, Sabtu (26/11/2022).

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/EKI YULIANTO
Ratusan warga Desa Salawana, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka menggeruduk kantor balai desa setempat, Sabtu (26/11/2022), gara-gara masalah tanah. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Ratusan warga Desa Salawana, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menggeruduk kantor balai desa setempat, Sabtu (26/11/2022).

Para warga menuntut kepala desa setempat untuk meninggalkan jabatannya alias mundur.

Usut punya usut, hal itu dipicu lantaran tanah desa yang selama ini merasa dimiliki oleh warga telah disertifikatkan oleh kepala desa ke pihak institusi negara.

Diduga, kepala desa yang diketahui bernama Cecep itu telah menandatangani sertifikat tersebut.

Sehingga, hal itu membuat ratusan warga merasa, kepala desa telah menyelewengkan jabatannya tersebut.

Informasi yang diterima, masyarakat sudah mendatangi kantor balai desa sejak pukul 16.00 WIB.

Mereka menyampaikan aspirasinya kepada kepala desa agar mundur dari jabatannya.

Terlihat beberapa dari mereka tersulut emosinya lantaran kepala desa yang telah menemui massa tidak bisa menjawab sejumlah pertanyaan yang dilayangkan.

Baca juga: Tiga Kepala Desa di Cianjur Tersandung Korupsi Dana Desa, Dilakukan Bertahap Hingga Mencapai Rp 1 M

Salah satu Tokoh Masyarakat Desa Salawana, Iwan Nirwana mengatakan, kedatangannya bersama ratusan warga akibat perjanjian yang telah disepakati Minggu lalu diingkari oleh kepala desa.

Di mana, perjanjian itu menyebutkan bahwa kepala desa berjanji akan membatalkan sertifikat yang kini telah dimiliki oleh salah satu institusi negara tersebut.

"Sekarang, masyarakat meminta Pak Kuwu bertanggungjawab atas apa yang dituangkan dalam pernyataan yang ditandatangani Minggu lalu, di atas materai."

"Pernyataannya terkait Pak Kuwu menyanggupi untuk membatalkan sertifikat tanah yang telah ditandatanganinya," ujar Iwan di tengah-tengah aksi, Sabtu (26/11/2022).

Menurutnya selama ini, sudah ada puluhan kepala desa yang menjabat di desa tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved