Biadab! Penjual Mainan Asal Cirebon Ini Merudapaksa Anak Kandungnya Sejak Masih TK Berkali-kali

Seorang penjual mainan asal Kabupaten Cirebon berinisial SR (38) harus berurusan dengan petugas Satreskrim Polresta Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton (kanan), saat mengintrogasi SR yang merudapaksa anak kandungnya dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (26/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Seorang penjual mainan asal Kabupaten Cirebon berinisial SR (38) harus berurusan dengan petugas Satreskrim Polresta Cirebon.

Pasalnya, SR terbukti merudapaksa anak kandungnya sendiri yang kini masih berusia 10 tahun hingga berkali-kali dan dilaporkan ke polisi oleh istrinya.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, SR, yang kini telah ditetapkan tersangka, telah melakukan tindakan bejatnya sebanyak tiga kali.

Menurut Anton, tersangka pertama kali melakukan aksi tak terpuji tersebut pada 2016, kemudian terulang kembali pada 2019 dan 2020.

Baca juga: Barista di Cirebon Rudapaksa Pacar yang Masih di Bawah Umur, Tawarkan Uang saat Ketahuan Ayah Korban

"Tersangka melakukan perbuatan tersebut di rumahnya," ujar Anton saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (26/11/2022).

Ia mengatakan, dalam melakukan aksinya SR juga kerap mengancam melalui ucapannya sehingga korban merasa ketakutan dan terpaksa menurut.

Mirisnya, tindakan bejat tersebut dilakukan tersangka berulang kali sejak korban yang merupakan anak kandungnya masih TK hingga kini SD.

Saat ini, petugas Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon juga telah menahan SR di Mapolresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian yang dikenakan korban saat kejadian," kata Anton.

Anton menyampaikan, jajarannya juga memberikan trauma healing terhadap korban yang kini tinggal bersama ibu kandungnya.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, SR dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar Anton. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved