Gempa Bumi di Cianjur

Nagrak-Cugenang Macet, Bantuan Jadi Terlambat Datang, Lokasi Bencana Gempa Cianjur Jadi Tontonan

Motor ke kiri, motor ke kiri! teriak warga yang memandu kendaraan sambil melambaikan tangannya agar kendaraan roda dua mengambil jalur ke kiri banyak

TRIBUNJABAR/FERRI AMIRIL M
Kemacetan di jalur Nagrak menuju Cugenang, Cianjur, Rabu (23/11/2022) sore. Kemacetan tersebut mengakibatkan bantuan terlambat datang ke tempat pengungsian. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Motor ke kiri, motor ke kiri! teriak warga yang memandu kendaraan sambil melambaikan tangannya agar kendaraan roda dua mengambil jalur ke kiri banyak terlihat di titik-titik jalur menuju lokasi bencana gempa, terutama dari arah Nagrak Jalan KH Abdullah Bin Nuh menuju ke Cugenang.

Wajah kesal diperlihatkan pemandu kendaraan tatkala terlalu banyak kendaraan motor yang melebar ke kanan sehingga menghalangi kendaraan dari atas. Teriakan pun semakin keras.

Pemandangan tersebut sering terlihat sejak pagi hingga siang hari di jalur menuju lokasi bencana.

Akses yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dari kawasan kota Cianjur menuju lokasi bencana, saat ini ditempuh bisa satu jam lebih karena jalan kecil dan sangat riskan jika dua kendaraan besar seperti truk datang berpapasan.

Baca juga: 3 Pegungsi Gempa Cianjur yang Hamil Berhasil Ditangani Puskesmas Cugenang, 2 di Tenda Darurat

Kepadatan di jalan-jalan tikus pun sering terjadi mulai dari Cangklek, Sukamanah, Gasol, Nagrak, Benjot, dan sekitarnya.

Banyaknya donatur dan relawan dari Cianjur dan luar kota yang bergerak sendiri masuk ke lokasi gempa di wilayah Cugenang menjadi satu penyebab beberapa akses jalan menuju lokasi bencana mengalami kemacetan.

Saling berebut jalur dan ingin cepat sampai lokasi, terkadang membuat kendaraan roda empat masuk ke parit dan menyebabkan titik kemacetan baru.

"Jika seperti ini bantuan akan lambat sampai ke lokasi, terutama akan menghalangi ambulans yang membawa korban gempa," ujar Riski Maulana (25) seorang warga yang hendak menuju rumah kakeknya yang berada di posko pengungsian Desa Jamaras Cugenang.

Riski mengatakan ia berangkat dari Cianjur kota sekitar pukul 17.00 WIB dan sampai ke lokasi bencana pukul 18.30 WIB. "Biasanya cuma 30 menit juga sampai," katanya.

Imbauan agar relawan dan donatur tak bergerak sendiri juga disampaikan oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

Suharyanto mengatakan para donatur yang akan memberikan sumbangan bisa langsung ke Posko yang sudah disediakan di Pendopo Pemkab Cianjur.

"Karena kita ketahui lokasinya, daerah bencana ini numpuk dan macet keluhan pasukan evakuasi tidak bisa bergerak leluasa karena terhambat," katanya.

Tim gabungan mengevakuasi jenazah yang tertimbun material longsor di Jalan Raya Puncak Cipanas Cianjur, Desa/Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022). Berdasarkan keterangan dari Basarnas, hingga Kamis, 23 November 2022 pukul 9.45 WIB tim gabungan sudah berhasil mengevakuasi 12 jenazah di lokasi longsoran tebing ini. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Tim gabungan mengevakuasi jenazah yang tertimbun material longsor di Jalan Raya Puncak Cipanas Cianjur, Desa/Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022). Berdasarkan keterangan dari Basarnas, hingga Kamis, 23 November 2022 pukul 9.45 WIB tim gabungan sudah berhasil mengevakuasi 12 jenazah di lokasi longsoran tebing ini. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (Tribunjabar.id/Gani Kurniawan)

Suharyanto mengatakan banyak bukan warga terdampak yang datang dari luar kota seolah bencana ini jadi tontonan.

Hal tersebut tentu saja mengganggu penanganan proses korban terdampak gempa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved