Nenek Korban Tendangan Kungfu Pelajar di Tapanuli Sudah Diantar ke Dinas Sosial, Akan Dimonitor

Kapolres Imam juga menjelaskan aksi ini bukan kali pertama yang dilakukan para pelaku.

Editor: Ravianto
Twitter @zoelfick
Sekelompok pelajar menendang seorang nenek hingga terjatuh sambil mengendarai motor di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. 

TRIBUNJABAR.ID, TAPANULI - Seorang nenek yang menjadi korban penganiayaan sekelompok pelajar iseng di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara sudah ditemukan.

Sekelompok pelajar itu diketahui menghentikan nenek yang sedang berjalan di tepi jalan raya. Kemudian, salah satu pelajar tiba-tiba melepaskan tendangan kungfu yang membuat sang nenek terjengkang. 

Kini para pelajar tersebut sudah diamankan di kantor polisi sementara sang nenek juga sudah ditemukan.

Sang nenek korban pelajar nakal itu diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ dan kini sudah diantar ke Dinas Sosial.

Nenek itu diantar langsung oleh Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Imam Zamroni, sampai ke mobil penjemputan.

“Sehat-sehat ya Inang (Ibu-red), di sana (Dinsos),” kata Kapolres Imam, Minggu (20/11/2022) pagi dikutip dari Instagram @official.polrestapsel.

Enam pelajar yang melepaskan tendangan kungfu pada nenek-nenek di Tapsel akhirnya ditangkap. (HO Tribun Medan)
Enam pelajar yang melepaskan tendangan kungfu pada nenek-nenek di Tapsel akhirnya ditangkap. (HO Tribun Medan) (HO Tribun Medan)

Kapolres Imam pun terlihat melambaikan tangan ke nenek itu, seraya mengucap perpisahan.

Nenek itu pun terlihat melambaikan tangan Kapolres dan mengucap terima kasih kepada Kapolres dan jajarannya.

“Terima kasih ya Pak, sampai jumpa lagi. Saya pergi dulu,” ujar nenek tersebut.

Baca juga: Harus Menanggung Malu Karena Anaknya, Orang Tua Pelajar Tendang Nenek Minta Maaf Sambil Berkaca-kaca

Dalam unggahan lainnya, sebelum diantar ke Dinas Sosial setempat, Kapolres Imam sempat terlihat tengah duduk dan menemani nenek tersebut, makan.

Bahkan, Kapolres Imam tak ragu mengupas bungkus makanan dan menyuguhkan ke nenek yang menjadi korban penganiayaan itu.

“Mari makan mi-nya, Inang (ibu-red). Enak lho ini mi-nya."

“Inang suka mi, ya? Yang enak ya Inang makannya, biar sehat terus,” kata Kapolres seraya menyuapi nenek itu.

Sesekali, Kapolres Tapanuli Selatan itu juga mengajak berbincang korban tersebut.

Kepada Dinas Sosial, Kapolres Imam pun meminta agar nenek itu mendapatkan penanganan yang maksimal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved