Kasus DBD di Kabupaten Cirebon Meningkat Dua Kali Lipat Dibanding 2021, Warga Diminta Ikut Waspada

Jumlah kasus DBD tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu, karena selama 2021 total kasus DBD hanya mencapai 866 orang.

Pixabay
gejala dan cara pencegahan demam berdarah atau DBD 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon tampaknya meningkat dibanding tahun lalu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Sartono, mengatakan, saat ini jumlah kasus DBD di Kabupaten Cirebon mencapai lebih dari 1600-an orang.

Menurut dia, jumlah tersebut merupakan data kasus DBD sementara yang tercatat di Dinkes Kabupaten Cirebon selama Januari - Oktober 2022.

Baca juga: Nyamuk DBD Aedes Aegypti Bisa Bertelur di Bak Dispenser, Anak Banyak Jadi Korban Gigitan

"Tidak menutup kemungkinan jumlahnya bertambah, karena saat ini sudah pertengahan November 2022," ujar Sartono melalui pesan singkatnya, Sabtu (19/11/2022).

Ia mengatakan, jumlah kasus DBD tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu, karena selama 2021 total kasus DBD hanya mencapai 866 orang.

Terlebih, saat ini telah memasuki musim hujan sehingga potensi penyebaran DBD di Kabupaten Cirebon pun berpotensi meningkat akibat banyaknya genangan air.

Karenanya, pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat Kabupaten Cirebon mencegah penyebaran DBD, khususnya di musim hujan seperti sekarang.

Di antaranya, melalui langkah 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang, serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Langkah tersebut merupakan cara paling ampuh untuk mencegah penyebaran DBD, karena disebabkan nyamuk, sehingga harus diberantas sarangnya," kata Sartono.

Baca juga: Warga Diminta WASPADA, Sejak Januari 2022 Sudah 14 Orang Meninggal Akibat DBD di Sumedang

Sartono menyampaikan, pencegahan penyebaran DBD melalui fogging atau pengasapan menggunakan bahan pestisida justru kurang baik.

Pasalnya, penggunaan bahan kimia semacam itu berpotensi membuat nyamuk beradaptasi, sehingga kebal terhadap fogging.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved