Persib Bandung
Bos Persib Bandung Umuh Muchtar Bereaksi Keras Atas Terpilihnya Ferry Paulus Jadi Dirut PT LIB
Bos Persib Bandung Umuh Muchtar geram menyusul penetapan Ferry Paulus sebagai Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang baru.
TRIBUNJABAR.ID - Bos Persib Bandung Umuh Muchtar geram menyusul penetapan Ferry Paulus sebagai Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang baru.
Tokoh Persib Bandung paling dihormati itu menganggap Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PBB kali ini tak tepat.
"Saya berbicara ini bukan mewakili Persib Bandung atau atau PT PBB. Saya bicara sebagai pengamat sepak bola saja, atas nama pribadi," ujar Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) itu saat ditemui di Stadion Persib (Sidolig), Kota Bandung, Rabu (16/11).
Umuh terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya dengan penunjukan Ferry, yang saat penunjukan masih menjabat sebagai Direktur Olahraga Persija tersebut.
Baca juga: Kocaknya Febri Hariyadi Tantang Adu Tinju Penyerang Muda Persib Bandung Ini, Bobotoh: Si Bow Dendam
Umuh mengatakan, siapa pun yang memimpin PT LIB sebenarnya tak masalah selama ia memiliki latar belakang yang jelas.
Sosok tersebut, sebut Umuh, juga haruslah mapan secara ekonomi, dan hanya memiliki satu tujuan, yaitu memajukan sepakbola Indonesia
"Tapi karena ini sudah telanjur, apa boleh buat. Kita tunggu saja bagaimana ke depannya, dan kita lihat siapa saja sosok di belakangnya.
"Jangan sampai orang-orang (kelompok lama) itu lagi yang masuk sebagai pengurus. Kalau mereka lagi, saya yakin tidak akan berhasil. Harusnya para perwakilan klub itu berhitung dulu, jangan terburu-buru," ujarnya.
Umuh mengatakan, perombakan total struktur pengurus, baik di federasi [PSSI] atau organisasi PT LIB adalah satu-satunya cara jika persepakbolaan Indonesia ingin maju.
"Jadi kuncinya cuma satu, singkirkan dan ratakan dulu mereka (kelompok lama)! Harusnya, KLB (Kongres Luar Biasa) digelar lebih dulu, baru penentuan struktur di PT LIB. Jadi semuanya dari awal.
"Selain itu, PT LIB juga harus transparan terhadap segala hal dan menyampaikan sejelas-jelasnya kepada seluruh klub sebagai pemenang saham di dalamnya," ujarnya.
Pejabat Direktur Utama PT LIB, kata Umuh, seharusnya dipilih dari para pengurus asosiasi sepakbola. Merekalah, menurutnya, yang mengerti dan memahami kebutuhan, tujuan, hingga dinamika sepakbola Indonesia.
"Yang tepat seharusnya para pengurus Asprov PSSI. Siapa pun, dari daerah manapun. Merekalah yang paham dan mengerti sepakbola kita, bukan mereka yang di 'belakang' itu. Nanti, kalau misalkan, mereka ada yang bertanya, siapa yang ada di belakang itu, silakan saja tanya saya. Kalau mau, saya tunjukan hidungnya orang itu," kata Umuh geram.
RUPS Luar Biasa PT LIB di Jakarta, Selasa lalu digelar menyusul penetapan Akhmad Hadian Lukita, sebagai salah seorang tersangka tragedi Kanjuruhan, awal Oktober lalu, yang menewaskan ratusan suporter Arema FC.
Saat ditetapkan sebagai tersangka, Akhmad Hadian masih menjabat sebagai Dirut PT LIB. Akibat tragedi ini, liga di Indonesia pun dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Demi mencegah orang-orang lama kembali masuk atau terpilih sebagai ketua PT LIB yang baru, sehari sebelum RUPS, Umuh bahkan sempat secara khusus mengingatkan Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono, yang mewakili Persib di RUPS untuk mewaspadai sosok tertentu.