Selasa, 28 April 2026

Jawa Barat Paling Agresif Manfaatkan PI 10 Persen untuk Energi Terbarukan

Provinsi Jawa Barat menjadi daerah yang paling agresif dalam pemanfaatan pengelolaan PI 10 persen untuk mendukung transisi energi

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Rakernas ADPMET tahun 2022 ini mengusung tema Pledge for Transition & Net Zero Emission 2060” yang dihadiri Ketua Umum Ridwan Kamil sekaligus Gubernur Jabar 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Provinsi Jawa Barat melalui peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Migas Utama Jabar (MUJ) menjadi daerah yang paling agresif dalam pemanfaatan pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen untuk mendukung transisi energi ke energi terbarukan.

Pengakuan tersebut diganjar dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) yang digelar di Bali.

Rakernas ADPMET tahun 2022 ini mengusung tema Pledge for Transition & Net Zero Emission 2060” yang dihadiri Ketua Umum Ridwan Kamil sekaligus Gubernur Jabar.

Baca juga: WJIS 2022, Pemprov Jabar Komitmen Beri Penghargaan & Fasilitasi Investor di Bidang Energi Terbarukan

Selain itu hadir para gubernur, bupati, wali kota, dan pimpinan perangkat daerah penghasil migas.

Kepala Sekretariat ADPMET Taufan Priyono mengatakan berdasarkan data yang diterima dan diolah ADPMET, helatan award pada tahun 2022 bertujuan untuk mendukung dan memotivasi daerah anggota ADPMET dalam melaksanakan program transisi energi dan pengelolaan migas secara bersih menuju net zero emission 2060.

Sebagai BUMD Jawa Barat yang aktif bergerak dibidang energi dan sumber daya mineral (ESDM), MUJ dinilai dapat mendukung program transisi energi dan pengelolaan migas secara bersih.

“Kategori BUMD Paling Agresif dalam Pemanfaatan Pendapatan PI10 persen untuk Transisi Energi berhasil diganjar kepada Provinsi Jawa Barat melalui peran PT. Migas Utama Jabar,” kata Taufan, Senin (14/11).

Menurut Taufan, lewat ADPMET selaku asosiasi strategis yang memberdayakan energi dan sumber daya mineral khususnya sumber daya alam minyak dan gas bumi serta energi terbarukan berikut segala turunannya, daerah bisa termotivasi bersama untuk meningkatkan kinerja dan manfaat kemudahan akses energi serta kesejahteraan kepada masyarakat.

“Selain itu antar daerah diharapkan dapat saling bersinergi ataupun bertukar pengalaman guna percepatan pengembangan Energi Terbarukan di Daerah,” ucap Taufan.

Direktur Utama MUJ Begin Troys menyampaikan, MUJ selaku BUMD Induk (holding) Jawa Barat yang bergerak dibidang ESDM melakukan langkah optimalisasi potensi energi yang ada dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi nasional khususnya di Jawa Barat.

Mendukung kebijakan pemerintah melalui Rencana Umum Energi Daerah (RUED) MUJ menjalankan bisnis berbasis energi bersih.

Baca juga: Ridwan Kamil Beri Penghargaan Pabrik di Sukabumi karena Bangun PLTS Atap Sebagai Energi Terbarukan

Bisnis yang mendukung tersebut kata Begin mulai dari pengelolaan PLTMH di Cirompang Kabupaten Garut, penggunaan Electric Vehicle (EV) serta pengisian listrik secara mandiri dengan hadirnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Layanan listrik berbasis EBT dengan pemasangan PV rooftop juga sudah diterapkan sebagai operasional kantor MUJ.

“Transisi energi melalui bisnisnya akan terus diperluas MUJ atas arahan Pak Ridwan Kamil selaku Gubernur Jabar,” ungkapnya.

Sementara itu Ridwan Kamil mengatakan, sebanyak 88 anggota ADPMET yang tersebar di 21 provinsi, 61 kabupaten dan 6 kota daerah penghasil migas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ADPMET 2022 menyepakati peta jalan transisi energi dan komitmen Net Zero Emission 2060.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved