Persib Bandung

Bobotoh Persib Bandung Sepakat Menolak Rekomendasi Komnas HAM, Sebut Pembekuan PSSI Pelanggaran HAM

Bobotoh Persib Bandung menilai rekomendasi Komnas HAM aneh dan tidak masuk akal. Pembekuan PSSI bahkan dinilai sebagai pelanggaran HAM.

Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Foto ilustrasi: Ratusan bobotoh yang tergabung dalam kelompok suporter Viking Persib Club Distrik Sumedang menggelar doa bersama, tabur bunga, dan melakukan aksi menyalakan lilin di kawasan Alun-alun Sumedang, Kamis (6/10/2022) malam. Bobotoh Persib Bandung menilai rekomendasi Komnas HAM aneh dan tidak masuk akal, bahkan menganggap pembekuan PSSI sebagai pelanggaran HAM. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Pembekuan PSSI yang belum lama ini direkomendasikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kepada Presiden Joko Widodo menuai reaksi bobotoh Persib Bandung.

Bobotoh menilai rekomendasi itu aneh dan tidak masuk akal. Pembekuan PSSI bahkan dinilai sebagai pelanggaran HAM.

"Sepak bola di Tanah Air harus jalan terus sehingga karena itu pula PSSI tidak boleh dibekukan,” ujar pentolan bobotoh di Ciamis, Adang Ija, kepada Tribunjabar.id, Jumat (4/11/2022).

Pembekuan PSSI, ujar Adang, otomatis akan membuat liga terhenti, yang dampaknya tentu akan berantai.

Baca juga: Liga 1 2022/2023 Belum Pasti, Skuad Persib Bandung Tetap Digembleng di Tengah Hujan Deras

Bila liga tak jalan karena PSSI dibekukan, akan banyak pihak yang kehilangan haknya. 

“Masyarakat kehilangan haknya untuk menonton even sepak bola. Kehilangan haknya menghibur diri dengan menonton pertandingan sepak bola."

"Para suporter kehilangan haknya datang ke stadion mendukung tim kesayangannya,” katanya.

Para pemain, kata Adang, juga akan merasakan dampaknya. Mereka akan kehilangan pekerjaan, akan kehilangan kesempatan untuk berprestasi.

"Pelaku sepak bola, pemain, suporter, penggemar akan merasakan dampaknya. Sektor ekonomi, pajak, pedagang dan segala macam akan merasakan dampaknya,” ujar Adang.

Bila ada masalah di PSSI, ujarnya, tak perlu PSSI-nya dibekukan.

“Kalau ada tikus di lumbung, jangan lumbungnya yang dibakar. Tangkap saja tikusnya,” ujarnya.

Dalam tragedi di Kanjuruhan, kata Adang, sudah ada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mencari fakta, termasuk siapa-siapa saja yang harus bertanggung jawab.

Baca juga: Sempat Tinggalkan Latihan Persib Bandung, Luis Milla Berterimakasih kepada Budiman dan Yaya Sunarya

“Jangan sia-siakan pengorbanan nyawa suporter. Sepak bola nasional harus lebih maju. Sepak bola jangan sampai mati."

"Kalau ada masalah, selesaikan saja permasalahannya,” ujar Adang, yang juga Koordinator Forum Pemuda Galuh, penggagas  Piala Tut Wuri  Handayani, Liga Pelajar di Ciamis.

Kalau PSSI sampai dibekukan, event-event sepak bola dan kompetisi sampai terhenti akibat pembekuan menurut Adang itu jelas bentuk pelanggaran HAM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved