Sat Narkoba Polres Pangandaran Sebar Nomor Pengaduan, Masyarakat Diharapkan Melapor

Satuan Narkoba Polres Pangandaran meminta masyarakat melaporkan jika melihat dan mendengar tentang kasus narkoba.

Penulis: Padna | Editor: Giri
Tribun Jabar/Padna
Kasat Narkoba Polres Pangandaran, AKP Juntar Hutasoit. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Satuan Narkoba Polres Pangandaran meminta masyarakat melaporkan jika melihat dan mendengar tentang kasus narkoba.

Harapan itu disampaikan Kasat Narkoba Polres Pangandaran, AKP Juntar Hutasoit.

Juntar mengatakan, pihaknya sudah menangani empat kasus narkotika sejak Sat Narkoba Polres Pangandaran dibentuk pada April 2022.

"Mulai dari kasus ganja, kasus sabu-sabu, dan satu lagi tentang undang-undang kesehatan penyalahgunaan kesediaan farmasi," ujar Juntar kepada sejumlah wartawan di ruangan kantor Sat Narkoba Polres Pangandaran, Kamis (3/11/2022) siang.

Dia mengatakan, semua kasus itu sudah berada di tingkat penyidikan.

"Yang satu, kita sudah tahap kedua dan sudah selesai dan satu yang kasus sabu-sabu sedang menunggu P21 dari kejaksaan," katanya.

Baca juga: Pangandaran Amankan Dua Medali Emas dan Satu Perak dari Open Water Swimming di Porprov XIV

Selama Sat Narkoba ini ada di Polres Pangandaran, pihaknya melakukan upaya-upaya pencegahan dan sudah merangkul semua elemen masyarakat.

"Cuma kelebihan di sini, Pangandaran yang memang pada saat ini menjadi pusat daerah wisata. Sehingga, kami dari Sat Narkoba berupaya dengan seluruh lapisan masyarakat terlibat," ucap dia.

Supaya, kata Juntar, masyarakat mendukung pencegahan peredaran penyalahgunaan narkoba di Pangandaran

Masyarakat yang ingin mengadu bisa ke nomot 0813-9533-5921.

"Dan, kami juga punya media sosial Instagram Sat Narkoba Polres Pangandaran," kata Juntar.

Baca juga: Tolak Ferdy Sambo, Hotman Paris Setuju Bela Teddy Minahasa Terkait Kasus Narkoba

"Kami mohon, kepada semua masyarakat untuk hindari penggunaan narkoba. Karena, narkoba itu merusak, baik kesehatan maupun masa depan," ucapnya.

Mengenai pencegahan khusus di objek wisata, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pelaku wisata.

"Kita memberikan nomor telepon. Bilamana melihat, mendengar ada penyalahgunaan silakan dilaporkan dan akan kami lakukan penindakan," kata Juntar. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved