Pas Band Buktikan Kematangan Bermusik di Sidang DCDC Pengadilan Musik
Kiprah Pas Band membuktikan kematangan bermusik di Sidang DCDC Pengadilan Musik di Bandung
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Siapa yang tak kenal dengan Pas Band? Berdiri sejak 1991 di Kota Bandung dengan formasi awal Yuki (vokal), Bengbeng (gitar), Trisno (bass), dan Richard Mutter (drum) yang kemudian diisi oleh Sandy (drum) pada 2001, telah mengalami perjalanan panjang dan berliku. Terutama ketika pada 1998 ketika Richard memutuskan hengkang dari Pas Band yang membuat band ini vakum sementara waktu.
Pada 2001 Sandy Andarusman resmi bergabung dengan Pas Band. Setelah 13 tahun berjalan dengan Sandy secara mengejutkan Richard Mutter kembali bergabung pada 2014, sekaligus mengubah format band menjadi dua drummer.
Sepak terjang perjalanan karir bermusik Pas Band telah sukses menorehkan deretan pencapaian selama lebih dari 30 tahun berkarya.
Terlepas dari berbagai isu dan kontroversi yang selama ini menerpa mereka, Pas Band telah menuai kesuksesan dengan beragam penghargaan atas karya-karya musiknya.
Karir bermusik Pas Band berawal ketika mereka merekam demo album berjudul “4 Through The Sap” pada 1993 yang dirilis secara mandiri atau indie. Melalui album tersebut popularitas Pas Band menjadi terdengar luas, sehingga pada akhirnya album ini dibeli dan dipasarkan kembali secara nasional oleh salah satu label rekaman ternama kala itu dan dapat terjual ribuan copy dalam waktu singkat.
Kemudian Pas Band melanjutkan kiprahnya dengan merilis album “In (No) Sensation” pada 1995 dengan singlenya yang berjudul “Impresi”. Bisa dibilang album ini merupakan titik awal Pas Band bernaung bersama mayor label kenamaan Aquarius Musikindo.
Dilanjutkan bersama dengan rentetan album-album lainnya seperti “Indieviduality” (1997), “Psycho I.D” (1998), “Ketika” (2001), “Pas 2.0”, “Stairway To Seventh” (2004), “Romantic Lies And Bleeding” (2008), serta beberapa single yang menjadi hits secara nasional seperti “Kesepian Kita” hingga “Jengah”.
Selain itu, Pas Band juga menorehkan catatan menarik kala menggaet beberapa musisi sebagai kolaboratornya, dari mulai Reza Artamevia, Bunga Citra Lestari, hingga Tere.
Awal 2000-an Pas Band mengalami puasa yang cukup lama dalam menghasilkan karya. Dibutuhkan waktu sekitar 14 tahun sampai akhirnya Pas Band mengeluarkan sebuah mini album melalui single berjudul “Sesungguhnya” yang telah dirilis terlebih dahulu.
Atas dedikasi dan kiprahnya selama lebih dari 30 tahun ini, Pas Band diminta pertanggung jawaban karyanya dalam sidang DCDC Pengadilan Musik edisi ke-25 di Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam, Kamis (27/10/ 2022).
Dengan personel lengkap, Pas
Band dicecar pertanyaan oleh dua Jaksa Penuntut, yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq.
Sementara kursi Pembela yang ditempati oleh Yoga (PHB) dan Ade ‘Muir’ (Pure Saturday).
Pengadilan dipimpin oleh Man (Jasad) dibantu Panitera Rully Cikapundung.
Terkait kehadiran mereka di DCDC Pengadilan Musik, Sandy mengatakan bahwa acara ini merupakan tempat promosi yang efektif.
"Ini karena DCDC Pengadilan Musik ditonton banyak banget orang dan kita bisa lihat viewers dari episode-epiosde sebelumnya. Memang acara ini dikemas dengan sangat baik, berbeda, bukan hanya sekedar tampil tapi dibedah demikian dalam dengan cara yang lepas, gak basa-basi. Unik sih," ujar Sandy.
Terkait eksistensi berkarya selama 30 tahun lebih, para personel Pas Band mengaku bahwa Pas Band bukanlah sekedar bang.
Ini seperti yang diungkapkan Yuki, sang vokalis yang telah hijrah.
"Alhamdulillah sampai hari ini Pas band bagi kami adalah rumah. Walau pun petualangannya masing-masing, karir dan keluarga masing-masing, tapi begitu pas pulang ke Pas band kayak orang yang bawa oleh-oleh, dan itu mungkin buat kami saat ini tetap antusias, tetap kumpul . Mudah-mudahan ini terus terjadi bukan hanya hari ini," kataYuki.
Dalam kesempatan yang sama, Produser DCDC Pengadilan Musik, Adi Handi, menyebutkan bahwa pihaknya merasa terhormat bisa menghadirkan band legendaris Bandung, Pas Band.
Menurutnya Pas Band telah banyak memberikan inspirasi bagi musisi lain, tak hanya di Bandung namun juga di seantero Nusantara.
"Karya-karya dan sepak terjang mereka sudah sangat dalam sehingga ini yang membuat kami mengundang Pas Band di episode ini," ujar Adi.
Adi mengatakan bahwa selama inidi balik kesuksesan perjalanan Pas Band.=, tidak banyak yang tahu tentang cerita-cerita di balik perjalanan karir bermusik mereka.
"Seperti yang terjadi di DCDC Pengadilan Musik malam ini, banyak kisah dan cerita yang baru didengar langsung oleh para Paser dan Coklatfriends tentang perjalanan musik mereka langsung dari para personelnya," ujarnya.
Karena yang dihadirkan adalah band legendaris, menurut Adi, tak heran jika pengunjung yang hadir malam tadi pun begitu banyak meski tiket yang disediakan terbatas.
"Kami menyediakan kuota 40 orang saja, namun kami tak bisa melarang orang untuk datang. Kami ucapkan terima kasih kepada para Coklatfriends yang sudah hadir langsung dan yang belum hadir masih tetap bisa nonton secara streaming di Channel DCDC," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/foto2-pas-band-buktikan-kematangan-bermusik-di-sidang-dcdc-pengadilan-musik.jpg)