Pemkot Bandung Akan Bentuk Dua Kampung Siaga Bencana di Dua Kecamatan Tahun Depan

Kampung siaga bencana ini sangatlah penting untuk ada. Dua kecamatan tadi lebih seringnya bencana longsor dan banjir bandang

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Nandri Prilatama
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Soni Bakhtiyar 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung bakal membentuk dua Kampung Siaga Bencana di 2023 untuk mengantisipasi adanya bencana yang sering hadir di Bandung. Dua wilayah yang bakal pertama dibentuk, yakni Kecamatan Ujungberung dan Kecamatan Mandalajati.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Sony Bakhtiyar, mengatakan, Kampung Siaga Bencana bakal dibentuk sesuai kriteria yang dibuat dan memenuhi kriteria skala prioritas, walaupun tetap melihat di mana saja dari 30 kecamatan yang sering terjadi bencana.

"Kami nanti libatkan seluruh warga yang terdampak di lokasi yang sering terjadi bencana. Kami akan atur keterlibatannya beserta fungsi yang terlibat, dan kesiapan seluruh perangkat daerah untuk mendukung bila terjadi bencana di sana. Jadi, tak lagi gugup saat ada bencana baik pra, saat, atau pasca," katanya di Balai Kota, Rabu (19/10/2022).

Rumah milik Gemi (54) tampak tembok bagian belakangnya ambrol di pinggir Sungai Cipamokolan, RT 06 RW 04, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, warga terdampak banjir mengalami kerugian materil karena hampir seluruh barang seisi rumah terendam banjir dan mengakibatakan rumah rusak.
Rumah milik Gemi  tampak tembok bagian belakangnya ambrol di pinggir Sungai Cipamokolan, RT 06 RW 04, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). (Tribun Jabar/ Gani Kurniawan)

Dinsos Kota Bandung, lanjutnya, akan sediakan sandang, pangan, dan tempat pengungsian, sekaligus memetakan lokasi bencana yang sering terjadi. Sebab, kata Sony, setiap bencana kebutuhannya berbeda-beda.

"Jadi, tak bisa disamaratakan kebutuhannya. Kampung siaga bencana ini sangatlah penting untuk ada. Dua kecamatan tadi lebih seringnya bencana longsor dan banjir bandang," ujarnya.

Baca juga: Memprihatinkan, Wahana Permainan Anak di Taman Alun-alun Ujungberung Rusak, Lapangan Juga Becek

Sony pun menjelaskan Kecamatan Ujungberung dan Kecamatan Mandalajati berdasarkan informasi Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Kota Bandung masuk dalam patahan Lembang yang sering terjadi pergeseran tanah. Selain itu, hutan di daerah Utara sudah mulai gundul, sehingga ketika terjadi hujan dengan volume tinggi maka menjadi ancaman bencana di sana.

"Kami anggarkan di 2023 untuk dua Kampung Siaga Bencana dengan total anggaran Rp 500 juta," katanya. (*) 


 
 

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved