Kamis, 23 April 2026

Harga Tahu dan Tempe di Cimahi Jadi Mahal dan Ukuran Tambah Mini, Pedagang Dikomplain Pembeli

Harga tahu di Pasar Atas Baru Kota Cimahi, kini jadi lebih mahal dan ukuran tempe pun lebih kecil setelah perajin batal melakukan aksi mogok

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pedagang tahu tempe di Pasar Atas Baru Cimahi saat menunggu pembeli, Senin (17/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Harga tahu di Pasar Atas Baru Kota Cimahi, kini jadi lebih mahal dan ukuran tempe pun lebih kecil setelah perajin batal melakukan aksi mogok massal yang rencananya digelar 17-19 Oktober.

Kondisi tersebut terjadi setelah harga kedelai sebagai bahan baku tahu tempe mengalami kenaikan sejak beberapa bulan terakhir, sehingga para perajin pun memilih untuk menaikan harga dan mengecilkan ukuran.

Pedagang tahu dan tempe di Pasar Atas Baru Cimahi, Uje (32) mengatakan, saat ini harga per bungkus tahu isi 10 naik jadi Rp 5.500 dari asalnya hanya Rp 5.000 karena harga dari perajin juga mengalami kenaikan.

Baca juga: Tak Jadi Mogok Produksi, Pengrajin Tahu Tempe di Jabar Naikkan Harga Sekitar Rp 5000 Per Papan

"Kalau harga satu papan tempe yang asalnya Rp 7.500, kini dijual seharga Rp 8.000, bahkan ukuran tempe saat ini diperkecil oleh perajinnya. Jadi, harga tahu tempe naik rata-rata Rp 500," ujarnya saat ditemui di Pasar Atas Baru Cimahi, Senin (17/9/2022).

Naiknya harga tahu tempe tersebut, kata dia, sangat berpengaruh terhadap pendapatan, bahkan pedagang juga kerap mendapat komplain dari pembeli, terutama soal ukuran tempe yang diperkecil.

"Terkait ukuran diperkecil, ada beberapa yang komplain, kalau untuk harga tidak ada karena naiknya juga hanya sedikit, rata-rata kan cuma Rp 500 dan itu beritanya kan sudah ramai," kata Uje.

Setelah menaikan harga tahu tempe tersebut, Uje juga mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan karena konsumen langganannya, terutama pedagang gorengan banyak yang mengurangi jumlah pembeliannya.

"Saya beli tahu tempe dari Cibuntu, memang harga dari sana juga sudah naik. Jadi, saya juga terpaksa menaikan harga meski akhirnya pendapatan jadi menurun," ucapnya.

Kepala UPT Pasar pada Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi Andri Gunawan mengatakan, para pedagang itu sudah sepakat menaikan harga jual tahu tempe tersebut agar mereka tidak merugi.

Baca juga: Harga Kedelai Masih Tinggi, Perajin Tahu Tempe di Cimahi Bakal Menaikkan Harga Jual tapi . . .

"Info dari pedagang, harga tahu tempe memang ada kenaikan. Lalu, ukuran juga ada yang jadi mengecil, itu menyesuaikan dengan kondisi saat ini," kata Andri.

Kendati demikian, pihaknya memastikan pasokan tahu dan tempe di pasaran tetap aman karena pedagang dan perajin tetap berjualan dan memproduksi tanpa ada rencana mogok produksi.

"Tahu tempe dipastikan tetap ada. Semoga daya beli masyarakat bisa tetap menjangkau harga pangan yang naik termasuk tahu dan tempe," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved