Bandung 'Musim Bencana', tapi Personel BPBD Terbatas, Ini Jadi Solusi Alternatif
Dengan jumlah pegawai BPBD yang terbatas dan wilayah Kabupaten Bandung yang sangat luas, tentu tak ideal
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahamad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kabupaten Bandung memiliki wilayah yang cukup luas, terdapat 31 kecamatan, ada dataran tinggi atau pegunungan, hingga dataran rendah.
Beberapa wilayah, baik di dataran tinggi atau rendah memiliki potensi bencana, seperti banjir, banjir bandang, pergerakan tanan, longsor, dan angin puting beliung.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska, pihaknya kini memiliki 81 orang pegawai.
Baca juga: Dalam Lima Hari Bencana Longsor Hingga Banjir Bandang Terjang 6 Kecamatan di KBB, Ini Lokasinya
"Kalau di BPBD pegawainya ada 81, kalau yang piket setiap hari ada 5 orang untuk piket bencana, 2 orang untuk piket Pusdalops," ujar Uka, saat dihubungi tribun jabar, jumat (7/10/2022).
Uka mengaku, dengan jumlah pegawai tersebut dan menangani wilayah Kabupaten Bandung yang sangat luas, tentu tak ideal.
"Ya, kita optimalkan saja pegawai yang ada, kemudian juga kami dibantu relawan, pihak desa, kecamatan dan lainnya," kata Uka.
Uka mengatakan, dengan memaksimalkan personel yang ada, jika terjadi bencana, di lapangan banyak yang membantu, seperti para relawan.
"Bahkan masyarakat juga membantu karena bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi juga semua," kata Uka.
Uka mengatakan, jumlah ideal personel BPBD di Kabupaten Bandung, sudah ada catatannya.
Baca juga: Banjir Kembali Terjadi di Cikaso Sukabumi, Warga Waswas, Perahu Sampai Depan Rumah Warga
"Kalau idealnya mungkin 100 lebih karena 31 kecamatan, tapi selama ini kami juga kan banyak dibantu oleh masyarakat dan relawan kebencanaan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tia-Darma-35-beserta-anak-dan-istrinya-hampir-tertimpa-tembok-rumah-m.jpg)