Nasib Nahas Bocah 2 Tahun di KBB, Harus Dioperasi di Bagian Kepala, Tertimpa Dinding Rumah Ambruk

Orang tua semula tak menyangka korban mengalami luka serius di bagian kepalanya.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Muhammad Ramdan Jaelani (32) saat menunjukkan dinding rumahnya yang jebol hingga menyebabkan anak bungsunya tertimpa dan harus dioperasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Umar Hibban Aljaelani, seorang bocah berusia 2 tahun harus menjalani tindakan operasi pada bagian kepala akibat tertimpa material dinding rumahnya yang jebol setelah diguyur hujan deras. 

Bocah yang merupakan warga Kampung Karangsari, RT 01/13, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu tertimpa material dinding rumah pada Rabu (5/10/2022) sekitar pukul 01.00 dini hari. 

Orang tua korban, Muhammad Ramdan Jaelani (32), mengatakan, jebolnya dinding rumah yang menimpa anak bungsunya itu karena di bagian belakang terdapat celah, sehingga menyebabkan aliran air yang deras menjebol dinding rumahnya.

"Saat itu saya, istri dan ketiga anak saya tidur di ruang tengah karena bagian lain bocor. Saya merasa ruang tengah paling aman, tapi tidak diduga kejadiannya di ruangan tengah," ujar Ramdan di rumahnya, Kamis (6/10/2022).

Dia mengatakan, saat itu anak pertamanya Shaqueena Almara (6) tidur di sofa, sedangkan istri dan anak keduanya Jauza Almara (4) dan Umar Hibban Aljaelani yang menjadi korban tidur di lantai.

"Kemudian saya masuk ke kamar sama anak yang kedua, tiba-tiba dinding ruang tengah ambruk dan langsung menimpa anak dan istri saya. Anak pertama saya tertimbun material, jadi saya fokus menyelamatkan anak pertama," katanya.

Saat kejadian itu, kata dia, anak pertamanya hanya terluka pada bagian kaki karena material dinding yang ambruk tertahan bantal sofa, namun nahas anak bungsu Ramdan kepalanya terkena material dinding yang mental dari sofa ke lantai.

"Anak bungsu saya kepalanya terluka, tetapi kondisi itu baru ketahuan setelah dititip di kakak saya, ternyata darah mengucur dari kepalanya," kata Ramdan.

Setelah kejadian itu, dia membawa anak-anaknya ke Rumah Sakit Mitra Kasih dan dari hasil rontgen ada memar dan retak ringan di bagian kaki anak pertama, sementara sang istri mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya. 

"Kalau yang bungsu dibawa ke Mitra Kasih juga, tapi ditolak karena peralatannya nggak lengkap. Akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung karena memang lukanya yang paling parah," ucapnya.

Hasil pemeriksaan dokter, kata Ramdan, Umar terpaksa harus menjalani operasi karena kondisi kepalanya retak hingga menjorok ke bagian otak sehingga harus segera dilakukan penanganan medis. 

"Sudah dijadwalkan operasi itu Senin, tapi saya belum tahu jenis operasinya apa karena masih menunggu hasil observasi. Jadi selain robek, ada memar dan dua retak yang posisinya agak masuk ke otak," ujarnya.

Untuk biaya operasi anak bungsunya itu, Ramdan harus menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) karena keluarganya tak punya BPJS, sedangkan dia hanya berprofesi sebagai guru honorer yang merangkap sebagai pembina pramuka.

"Untuk biaya operasi, saya diarahkan oleh Pak Kades membuat SKTM karena saya enggak punya BPJS, jadi sekarang lagi bolak-balik ke Dinsos untuk mengurus persyaratannya," ucap Ramdan.

Baca juga: Derita Murid SDN 1 Bunisari Malangbong Garut, Atap Ambruk Lukai Kepala, Kini Belajar harus Gantian

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved