Napak Tilas Bojong Kokosan, Prajurit TNI Berjalan Kaki 94 Km dari Sukabumi Hingga Cimahi Tetap Bugar

Meski berjalan kaki 94 km, puluhan prajurit TNI AD berpakaian lengkap terlihat tetap bugar saat tiba di Lapangan Brigif 15 Kujang Cimahi saat HUT TNI

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Meski berjalan kaki 94 km dari Sukabumi dalam Ekspedisi Napak Tilas Bojong Kokosan, puluhan prajurit TNI AD berpakaian lengkap terlihat tetap bugar saat tiba di Lapangan Brigif 15 Kujang Cimahi pada peringatan HUT TNI ke-77, Rabu (5/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Meski sudah menempuh perjalanan jauh dengan jalan kaki, puluhan prajurit TNI AD berpakaian lengkap terlihat masih tetap bugar saat tiba di Lapangan Brigif 15 Kujang Kota Cimahi, tepatnya saat momen peringatan HUT TNI ke-77, Rabu (5/10/2022).

Mereka merupakan pasukan Ekspedisi Napak Tilas Bojong Kokosan yang berangkat dari Monumen Palagan Bojong Kokosan, Kecamatan Parungkuda, Kota Sukabumi sejak 3 Oktober 2022 dengan menempuh perjalanan sejauh 94,4 kilometer.

Selama menempuh perjalanan selama kurang lebih satu hari satu malam dengan menyusuri ruas jalan nasional, pasukan tersebut berjalan kaki sambil membawa Panji Siliwangi dan diiringi mobil yang membawa replika pisau gobang.

Ekspedisi tersebut dilakukan untuk mengenang peristiwa Bojong Kokosan yaitu pertempuran heroik sejumlah tentara bersama rakyat untuk mengusir penjajah di daerah Bojongkokosan pada tahun 1945 hingga 1946.

Baca juga: Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo Nyekar ke Situs Karangkamulyan, Napak Tilas

"Jadi itu kirab gobang yang bermakna bahwa kita membangun negara ini melalui simbol perjuangan dari gobang, dan gobang ini juga sebagai simbol perlawanan," ujar Pangdam III Siliwangi Mayjen Kunto Arief Wibowo saat ditemui di Lapang Brigif 15 Kujang Cimahi.

Tak hanya itu, kata Kunto, ekspedisi itu juga dilakukan para prajurit TNI untuk mengingatkan kembali sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sehingga dilakukan kirab gobang yang merepresentasikan senjata tradisional Indonesia yang juga menjadi simbol perlawanan dan perjuangan.

"Kiran gobang sebagai wujud perjuangan dari mulai proses pembuatannya, kemudian memindahkan dari satu tempat ke tempat lain, lalu kita mensosialisasikan kepada masyarakat, tentu output-nya membangun persatuan kembali," katanya.

Sementara pada momen peringatan HUT TNI ke-77 itu, Kunto juga mengingatkan agar prajurit TNI senantiasa menjaga marwah dan kepercayaan yang diberikan publik untuk menjaga kedaulatan.

"Sesuai pesan dan amanat panglima, untuk mencapai kepercayaan publik itu butuh suatu proses yang panjang. Harapannya tentu kita menjaga kepercayaan publik ini sebagai tanggungjawab kita semua," kata Kunto.

Baca juga: HUT Ke-77 TNI di Kodim 0610/Sumedang, TNI Dapat Nilai Tertinggi soal Kepercayaan dari Masyarakat

Menurutnya, kepercayaan publik tersebut harus terus ditingkatkan karena tantangan ke depan bagi anggota TNI semakin berat sehingga harus ada pembinaan bagi prajurit di satuannya masing-masing.

"Dinamika, perubahan, kebijakan, dan juga kepentingan kita harus cepat tanggap, saling cepat memberikan informasi, dan segera rumuskan aksi bersama," ucapnya.

Kunto mengatakan, para prajurit TNI jangan sampai terlambat dalam melakukan antisipasi hal apapun, sehingga pihaknya pun akan tetap menjaga sinergitas TNI/Polri.

"Sinergitas dengan Polri itu sebetulnya sudah ada, hanya kita tinggal menyamakan dalam konteks kinerja, tugas pokok, dan kesamaan dalam tindakan," ujar Kunto. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved