Bahagianya Ribuan Mantan Karyawan Ini, PT Masterindo Jaya Abadi Harus Bayar Pesangon Rp 60 Miliar

Gugatan mantan karyawan PT Masterindo Jaya Abadi dikabulkan hakim di Pengadilan Hubungan Industrial sehingga perusahaan harus bayar Rp 60 miliar

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Wildan Noviansah
Foto saat unjuk rasa di depan PT Masterindo Jaya Abadi, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Gugatan mantan karyawan PT Masterindo Jaya Abadi dikabulkan hakim di Pengadilan Hubungan Industrial sehingga perusahaan harus bayar Rp 60 miliar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gugatan mantan karyawan PT Masterindo Jaya Abadi dikabulkan majelis hakim.

Putusan tersebut dibacakan majelis hakim secara tertutup di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Jalan Surapati, Kota Bandung Rabu (5/10/2022).

Dalam amar putusannya, majelis hakim meminta perusahaan membayar uang pesangon sekitar Rp 60 miliar pada 1.142 karyawan.

Menanggapi putusan tersebut, Kuasa Hukum dari PT Masterindo Jaya Abadi, Pranjani H L Radja mengatakan, pada prinsipnya dia menghormati putusan pengadilan.

Namun, putusan tersebut dinilai tidak didasarkan fakta yang muncul di persidangan. Sebab, pihak perusahaan tak pernah melakukan PHK terhadap karyawan.

"Kita sangat kecewa tentunya, bagaimana mungkin hakim memutus perkara tidak sesuai dengan fakta persidangan, tapi kita juga harus menghormati putusan pengadilan," ujar Radja, sesuai persidangan, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Digugat DPD KSPSI, PT Masterindo Jaya Abadi Bantah PHK Ribuan Karyawan, Jelaskan Ini

Pihaknya menyatakan bakal mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Diharapkan, kata dia, MA dapat memutus secara lebih adil perkara yang melibatkan perusahaan dengan para karyawan.

"Kami akan mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung, agar keadilan dan kepastian ini sesuai dengan sebagaimana mestinya bagi para pihak yang berperkara di PHI," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD KSPSI Jabar, Roy Jinto mengatakan, pihaknya mewakili mantan karyawan PT. Masterindo Jaya Abadi kemungkinan akan banding. Sebab, dalam putusannya majelis hakim menggunakan PP 35 Tahun 2021 yang merupakan turunan dari UU Cipta Kerja.

Padahal, kata dia, dalam gugatan pihaknya menggunakan Pasal 13 Tahun 2003 yang mengatur tentang Ketenagakerjaan. Dalam aturan itu disebut, pesangon dibayarkan hingga dua kali lipat, sedangkan dalam PP 35 Tahun 2021, pesangon dibayarkan hanya satu kali.

"Ini diputuskan berdasarkan UU Cipta Kerja PP 35 tahun 2021 sehingga putusan ini belum sesuai dengan gugatan kita, makanya kita nanti setelah putusan ini, kita akan memutuskan apakah kita akan mengambil langkah kasasi atau kita bisa menerima," ujar Roy Jinto.

Baca juga: Harusnya Dapat Pesangon Rp 100-200 Juta, Buruh Korban PHK Gelar Aksi Menuntut Haknya di PN Bandung

Sebelumnya, sejumlah buruh PT Masterindo, menggelar aksi menuntut haknya di depan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung Kamis (29/9/2022).

Roy Jinto Ferianto, mengatakan total 1.142 karyawan PT. Masterindo Jaya Abadi yang tidak mendapatkan hak-hak setelah mengalami PHK sejak bulan April 2021.

Menurutnya, PT. Masterindo Jaya Abadi harus membayar pesangon para karyawan korban PHK ratusan Miliar. Adapun pesangon yang harus diterima oleh karyawan yang di PHK itu jumlahnya beragam, mulai 100 juta hingga 200 juta per karyawan di luar THR dan Gaji.

"Itu dihitung berdasarkan ketentuan undang-undang nomor 13 tahun 2003. Harapannya gugatan buruh diterima. Karena sudah jelas teman-teman di PHK tidak boleh bekerja, THR-nya enggak dibayar, upahnya tidak dibayar, dan fakta hukumnya sudah terungkap semuanya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved