Tragedi Arema vs Persebaya

Kisah Korban Tragedi Arema vs Persebaya, Doni Selamatkan Diri Sambil Gendong Anaknya

Kisah korban selamat tragedi Arema vs Persebaya pasangan suami-istri, Muhammad Yulianton (40) dan Devi Ratnasari (30).

SURYAMALANG.COM/Purwanto
Aremania mengevakuasi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022), setelah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya. Sebanyak 127 orang dikabarkan meninggal dunia dalam insiden ini. 

TRIBUNJABAR.ID - Kisah korban selamat tragedi Arema vs Persebaya pasangan suami-istri, Muhammad Yulianton (40) dan Devi Ratnasari (30).

Duka mendalam dirasakan keluarga pasangan suami-istri, Muhammad Yulianton (40) dan Devi Ratnasari (30), yang ikut menjadi korban meninggal dalam tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

Warga Jalan Bareng Raya, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, itu menonton laga bersama putra mereka, Muhammad Alfiansyah yang masih berusia 11 tahun. Beruntung, Alfiansyah selamat.

Doni (43), saudara Muhammad Yulianton, yang juga ikut menonton langsung laga Arema versus Persebaya di Kanjuruhan malam itu menceritakan detail tagedi yang memilukan itu. Doni mengatakan, malam itu mereka datang ke stadion bersama belasan tetangganya.

Baca juga: Al-fatihah Dilbacakan Petugas Pengamanan Persib vs Persija, Doakan Korban Tragedi Arema vs Persebaya

"Kami menonton di Tribun 14," ujar Doni, Minggu (2/10).

Doni mengatakan, tak ada kejadian apapun yang menghawatirkannya selama pertandingan berlangsung. Namun, seusai laga, sekitar pukul 22.00, kondisi di stadion mendadak ricuh. Pada awalnya, kericuhan hanya terjadi di tengah lapangan. Tapi, tak lama, kericuhan menjalar ke tribun penonton.

Saat itu, ujar Doni, petugas keamanan menembakkan gas air mata ke arah Tribun 12.

"Namun karena angin, asap dari gas air mata itu mengarah ke Tribun 14. Asap itu membuat perih mata, dan para penonton yang ada di Tribun 14 langsung berhamburan turun untuk segera keluar stadion," jelas Doni.

Doni pun langsung menggendong anaknya dan segera mengikuti para suporter yang lain untuk keluar stadion.

"Setelah itu, saya berhenti sebentar di bagian pintu keluar stadion. Tiba-tiba, Muhammad Alfiansyah ini datang menghampiri saya. Saya langsung tanya, ke mana kedua orang tuamu kok enggak ada. Anak itu menjawab, kalau kedua orang tuanya masih di dalam stadion," ujar Doni.

Mendengar hal itu, Doni pun akhirnya memutuskan untuk menunggu sambil tetap menjaga Muhammad Alfiansyah. Tapi tak lama, mereka melihat Muhammad Yulianton dan istrinya tengah digotong keluar dan langsung dilarikan ke RS Teja Husada.

"Kemungkinan, saudara saya jatuh dari tangga tribun lalu terinjak-injak suporter lainnya. Saat saya lihat, bagian muka jenazah sudah pucat membiru. Kalau anaknya, dia selamat setelah minta bantuan ke polisi yang sedang jaga di dalam stadion," ungkapnya.

Doni mengatakan, Devi baru pertama kali menyaksikan pertandingan di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan Yulianton, sudah sering menonton sebelumnya.

"Kedua jenazah sampai rumah duka sekitar Subuh. Jenazah dimakamkan di TPU Mergan sekitar pukul 09.00 WIB ini," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved