Belasan Mahasiswa dari Aceh hingga Papua Belajar Seni dan Budaya Sunda di Cinunuk Bandung

Sebanyak 17 mahasiswa belajar seni dan budaya Sunda di Desa wisata seni dan budaya Cinunuk, Kabupaten Bandung.

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Belasan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia belajar seni dan budaya Sunda di Cinunuk. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 17 mahasiswa belajar seni dan budaya Sunda di desa wisata seni dan budaya Cinunuk, Kabupaten Bandung.

Para mahasiswa ini berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Riau, Padang, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua, 

Binmas Desa Cinunuk selaku founder Tah Ieu budaya dan pembina pemuda kolaborasi Cinunuk, Aipda Heri Maryadi menyampaikan, belasan mahasiswa itu diperkenalkan dengan program tangga budaya Desa Cinunuk.

Program itu menyatukan beberapa seni budaya Sunda yang lahir di Cinunuk, seperti Silat Buhun, Benjang Gulat, Reak, dan Wayang Purwa, lahir di tempat yang berbeda ketinggiannya meski ada dalam satu desa.

Baca juga: Hilang 3 Hari, Ini Cerita Juru Masak Korban Serangan TPNPB Berhasil Selamat, Didorong ke Jurang

"Di desa ini banyak lahir seni budaya, misal di RW 7 Kampung Cijambe ada silat buhun, naik sedikit ke atas ada reak atau dogdog, naik lagi ada komunitas benjang di Cibolerang, lalu ke atas lagi ada pedalangan wayang purwa," katanya, kemarin di lokasi.

Para mahasiswa yang belajar seni dan budaya Sunda di Cinunuk ini merupakan mahasiswa yang mengikuti pertukaran mahasiswa merdeka dari program Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi. Mereka juga belajar tentang adat, tata cara, hingga budaya ngeuyeuk seureuh yang sarat makna dalam ritual perkawinan masyarakat Sunda.

"Kami jelaskan apa itu ngeuyeuk seureuh, filosofinya, dan alasan mengapa pernikahan Sunda harus nincak endog (injak telur), menginjak bambu, dan lainnya. Semoga pembelajaran ini bisa berikan dampak positif agar lebih perkenalkan lagi seni budaya Sunda Cinunuk," ujarnya.

Kepala Desa Cinunuk, Edi Juarsa mengatakan kegiatan yang diikuti para mahasiswa ini sebagai salah satu wujud implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). 

"Beberapa jenis seni dan budaya Sunda yang lahir di Cinunuk selama ini belum banyak dikenal. Saya harap kegiatan ini bisa berikan edukasi ke para mahasiswa untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya Sunda," katanya 

Dosen pembimbing mahasiswa yang ikuti penelitian seni budaya Cinunuk, Waishaguna mengatakan dipilihnya Cinunuk lantaran memiliki akar seni budaya yang kuat. Baginya, Cinunuk sebagai gerbang peradaban besar dari peradaban Ujungberung.

"Kebudayaan Cinunuk memiliki nilai dan akar sejarah yang kuat dan prospek ke depan yang baik sehingga sangat baik ketika menstimulasi, berkontribusi, terhadap yang punya akar bagus dan prospek ke depan yang bagus pula. Semoga ke depan mahasiswa bisa berkolaborasi dengan pemuda dan masyarakat Cinunuk sehingga nantinya ada tahapan, langkah awal dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyakarat Desa Cinunuk," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved