Kamis, 14 Mei 2026

Harga Emas Dunia Melambung Dekati Rekor Tertinggi, Didorong Pelemahan Dolar AS

Rizaldy Insan Baihaqqy menyarankan pembelian emas lebih cocok bagi investor jangka panjang dengan strategi yang jelas.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Ravianto
gemini ai
EMAS MELAMBUNG - Harga emas dunia kembali melesat, mendekati rekor tertingginya di kisaran US$3.550–3.600 per troy ounce. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Harga emas dunia kembali melesat, mendekati rekor tertingginya di kisaran US$3.550–3.600 per troy ounce.

Troy Ounce adalah satuan berat khusus yang digunakan untuk mengukur logam mulia, terutama emas dan perak.

Satu Troy Ounce setara dengan 31,1034768 gram.

Lonjakan harga ini dipicu oleh dua faktor utama, yaitu pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga.

Pakar ekonomi dari Uninus, Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, menyatakan bahwa kombinasi ini menjadi "bahan bakar klasik" bagi kenaikan harga emas.

Dr. Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy SE., M.M. lahir di Kota Bandung, Jawa Barat 09 Juli 1989.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Sabtu 6 September 2025, Antam Rp 2.124 Juta Per Gram, Cek Galeri 24 dan UBS

Dia merupakan Praktisi Keuangan BUMN di Bank Tabungan Negara dan Akademisi sebagai Dosen tetap di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Fakultas Ekonomi – Akuntansi Kota Bandung.

"Kombinasi antara dolar yang melemah dan yield obligasi AS yang turun adalah bahan bakar klasik reli emas,” ujar Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, pakar ekonomi dari Universitas Islam Nusantara (Uninus), kepada Tribun Jabar, Sabtu (6/9/2025). 

Menurut Rizaldy, kenaikan harga emas kali ini bukan hanya didorong oleh euforia pasar, melainkan oleh kekuatan fundamental. 

Bank-bank sentral dunia terus menjadi pembeli bersih emas, menunjukkan keyakinan kuat terhadap peran emas dalam cadangan devisa.

“Survei terbaru World Gold Council menunjukkan bahwa 95 persen bank sentral percaya kepemilikan emas global akan naik dalam 12 bulan ke depan,” kata Rizaldy. 

"Mereka bukan spekulan mereka adalah pembeli strategis yang memberi ‘lantai’ bagi harga emas,"tuturnya. 

Sebuah survei World Gold Council bahkan menunjukkan 95?nk sentral yakin kepemilikan emas global akan naik dalam 12 bulan ke depan.

Selain bank sentral, lonjakan permintaan juga datang dari pasar ETF (Exchange-Traded Fund), yang mencatat arus masuk signifikan, dan investor ritel di Asia, terutama di China, yang melihat emas sebagai pelindung nilai di tengah lesunya pasar properti dan saham.

 “Emas kembali dilihat sebagai tempat berlindung yang netral secara politik dan ekonomi. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, emas tetap jadi ‘pelabuhan aman’.” tuturnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved