Kamis, 28 Mei 2026

Dugaan KDRT Rizky Billar pada Lesti Kejora Dipicu Perselingkuhan,Ini 4 Dampak Selingkuh untuk Mental

Dugaan KDRT yang menimpa Lesti Kejora kabarnya dipicu oleh perselingkuhan yang dilakukan Rizky Billar. Ini dampak buruk perselingkuhan bagi kesehatan

Tayang:
Kolase Tribun Jabar
Dugaan KDRT, Lesti Kejora laporan suaminya, Rizky Billar ke Polres Metro Jakarta Selatan. 

TRIBUNJABAR.ID - Dampak perselingkuhan tak hanya menyakiti hati tetapi juga kesehatan.

Baru-baru ini, pasangan yang dikenal selalu mesra di depan kamera membuat kaget publik. Lesti Kejora melaporkan sang suami, Rizky Billar, ke polisi.

Rizky Billar dilaporkan sang biduan cantik dengan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dugaan KDRT yang menimpa Lesti Kejora kabarnya dipicu oleh perselingkuhan yang dilakukan Rizky Billar.

Diketahui, Lesti Kejora melaporkan derita yang dialaminya itu ke Polres Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2022) malam.

Perselingkuhan sendiri ternyata tak hanay menyiksa batin, tetapi juga buruk bagi kesehatan mental.

Dr Rahul Khemani, psikiater ternama di Rumah Sakit Wockhardt, Mumbai, India mengatakan perselingkuhan sudah ada seiring dengan munculnya konsep pernikahan.

Namun, pasangan yang selingkuh tidak selalu merupakan gejala pernikahan yang buruk.

Baca juga: Di Tengah Kasus KDRT, Lesti Kejora dan Rizky Billar Sabet Banyak Penghargaan, Termasuk Best Couple

Perilaku menyeleweng ini tidak dapat dikorelasikan dengan disfungsi perkawinan.

Terkadang, perselingkuhan bisa terjadi karena keterikatan yang tidak aman, penghindaran konflik, dan kurangnya seks yang berkepanjangan.

Perasaan kesepian, pertengkaran yang monoton dan berulang-ulang selama bertahun-tahun juga dapat menyebabkan pasangan berselingkuh.

Ada juga yang melakukannya karena merasa bisa, menganggapnya sebagai proses menemukan diri kembali dan pencarian identitas baru yang difasilitasi oleh seorang kekasih.

“Perselingkuhan di luar nikah dibebani dengan kerahasiaan, elemen klandestin, dan rasa takut ketahuan," kata Dr Khemani.

Ia mengungkapkan, perilaku ini menjadi paradoks karena justru memicu perselingkuhan lagi dan membuat orang tersebut sulit berhenti.

Saat perselingkuhan berlanjut untuk waktu yang lama, orang tersebut akan terus bergulat dengan kekhawatiran. Misalnya soal konsekuensinya atau keharusan untuk bersikap jujur atau tidak.

Baca juga: Kronologi Dugaan KDRT oleh Rizky Billar, Lesti Kejora Sempat Minta Dipulangkan ke Rumah Orang Tua

Berikut adalah dampak buruk perselingkuhan bagi kesehatan mental pelakunya:

Rasa bersalah

Seseorang mungkin bahagia saat bersama selingkuhannya namun juga memendam rasa bersalah terhadap istri atau suami yang dikhianati.

Rasa bersalah ini membuat diri kita secara emosional lebih lemah, menurunkan tingkat kepercayaan diri dan harga diri.
Perasaan ini juga menyebabkan lebih banyak stres dan pergolakan mental.

Takut ketahuan

Perasaan ketakutan yang terus menerus tidak pernah baik untuk kesehatan mental kita.

Rasa takut ketahuan saat berselingkuh membuat kita paranoid dan mempertanyakan berbagai akibatnya.

Kita takut soal yang terjadi jika tertangkap basah berselingkuh, bagaimana keluarga akan terpengaruh dan reputasi sosial yang tercoreng.

Berbagai ketidakpastian ini memicu ketidakstabilan mental dan emosional yang membuat kita lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi.

Kelelahan mental

Perasaan bersalah yang terus-menerus dikombinasikan dengan rasa takut dapat membuat seseorang sangat kelelahan.

Baca juga: NGERINYA Dugaan KDRT yang Dilakukan Rizky Billar, Lesti Kejora Dicekik dan Dibanting, Ini Pemicunya

Apalagi, ekspektasi yang tidak semestinya dari selingkuhan kita bisa memperburuk keadaan.

Semua faktor ini digabungkan menciptakan stres dan tekanan mental, menambah perasaan kelelahan emosional.

Plus, menjalin hubungan romantis dengan dua orang pada saat yang sama sebenarnya bisa sangat menakutkan dan membebani.

Harga diri yang rusak

Terlalu banyak berpikir tentang dampak perselingkuhan bisa sangat merusak harga diri.

Perasaan bersalah dan proses berpikir yang kompleks bisa membuat seseorang penuh kekhawatiran dan kecemasan.

“Perselingkuhan di luar nikah sering menimbulkan perasaan bersalah, malu, dan ngeri.

Memimpin kehidupan paralel melibatkan keputusan logistik yang luar biasa yang harus dibuat dan dapat menyebabkan kelelahan, kelelahan, dan kejenuhan," kata Dr

Ia menegaskan, rasa takut mempertaruhkan pernikahan, yang menyebabkan luka emosional bagi pasangan dan anak-anak dapat menyebabkan penderitaan yang luar biasa.

Maka dari itu, cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan tidak berselingkuh dan tetap setia kepada pasangan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Dampak Buruk Perselingkuhan bagi Kesehatan Mental"

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved