Kebakaran di Majalengka

Raskim Bingung Cari Anaknya Sukeci, Sudah 3 Hari Tak Pulang Usai Bakar Rumah yang Mereka Huni

Sukeci tiga hari lalu membuat heboh warga. Ia membakar rumah orang tuanya.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Rumah milik Raskim (72) di Desa Tanjungsari, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, hangus dilalap si jago merah, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Peristiwa pembakaran rumah yang terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka masih meninggalkan duka bagi sang pemilik.

Sang anak pemilik rumah bernama Sukeci (32) diketahui biang peristiwa kebakaran tersebut.

Sukeci sengaja membakar rumah orang tuanya, karena yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ.

Orang tua Sukeci, Raskim (72) mengaku saat ini dirinya harus mengungsi di rumah tetangganya.

Raskim saat ini harus kehilangan putranya Sukeci (32) yang tidak kunjung pulang seusai membakar rumahnya yang ludes di lalap si jago merah. 

"Sampai sekarang atau sudah tiga hari ini entah kabur ke mana. Pemdes dan masyarakat di sini juga sudah mencari tahu informasi ke sana kemari," ujar Raskim kepada media, Rabu (28/9/2022).

Putra keempat dari tujuh bersaudara ini kabur setelah membakar rumah.

Raskim mengaku tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan Sukeci yang sudah menderita gangguan jiwa sejak beberapa tahun kebelakang.

Dia yang bekerja buruh serabutan hanya mampu mencukupi kebutuhan untuk makan sehari-hari.

Sehingga untuk membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) guna pengobatan Sukeci tidak cukup biaya.

"Saya butuh pemerintah turun tangan. Soalnya pernah dapat informasi katanya per hari saja untuk kebutuhan di RS jiwa itu sampai Rp 500 ribu. Belum untuk obat dan perawatannya. Boro-boro untuk itu, untuk makan setiap hari saja tidak sampai mendapatkan uang sebanyak itu," ucapnya.

Oleh karenanya, ia berharap pemerintah desa (Pemdes) Tanjungsari bisa membantu proses penyembuhan Sukeci.

Pasalnya keluarga memiliki asa jika pemuda itu bakal sembuh jika ditangani secara medis.

"Yakin bisa sembuh kalau betul-betul ditangani. Karena kondisinya belum separah kakaknya yang sudah kabur sejak tahun 2005 sampai sekarang belum pulang," jelas dia.

Kepala Desa Tanjungsari, Nanang Gunawan mengaku, Pemdes telah mendapatkan informasi kalau pemerintah daerah (Pemda) Majalengka melalui dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) memiliki program kerjasama dengan RSJ menangani pasien gangguan jiwa.

"Kemarin juga sudah ada tim Puskesmas Leuwimunding yang melakukan pendataan bagi Sukeci."

"Tetapi karena yang bersangkutan tidak kunjung pulang, maka sampai sekarang belum juga ditangani. Mudah mudahan ini bisa jadi jalan kesembuhan buatnya," katanya.

Baca juga: Derita Raskim Seorang Kakek di Majalengka, Rumahnya Dibakar Anak, Kini Binggung Tinggal di Mana

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved