Soal Dugaan Sunat BLT BBM di Kelurahan Talun, Sekda Sumedang Minta Maaf

Pemerintah Kabupaten Sumedang berjanji untuk memperbaiki pengawasan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Herman Suryatman saat diwawancarai TribunJabar.id, di kantor IPP Sumedang, Rabu (20/7/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang berjanji untuk memperbaiki pengawasan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Menjadikan kasus sunat BLT oleh Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara sebagai contoh, Pemkab bukan hanya akan memperketat pengawasan atas penyaluran BLT, namun juga bantuan-bantuan lainnya.

Ada tiga pengawasan yang diterapkan. Pertama, pengawasan dari dalam yang dilakukan Inpektorat Daerah (Irda). Kedua, pengawasan berjenjang mulai dari tingkat dinas, kecamatan, hingga kelurahan.

Baca juga: Sekda Sumedang Bela Pihak Kelurahan Talun yang Sunat BLT BBM Lewat Kupon, Anggap Tak Sengaja

Ketiga, pengawasan dari masyakrakat. Masyarakat dipersilakan untuk melaporkan kejadian-kejadian penyelewengan dana bantuan ke pemerintah.

"Silakan laporkan ke saya, boleh via akun media sosial saya. Yang jelas, Pak Bupati dan Pak Wabup komitmen untuk BLT sampai dengan utuh dan cepat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang, Herman Suryatman kepada TribunJabar.id, Selasa (27/9/2022).

Dia mengatakan, evaluasi yang dilakukan menunjukkan adanya kekurangan pada pelaksanaan tata pemerintahan di Sumedang. karenanya, Sekda memohonkan maaf.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sumedang menyampaikan permohonan maaf apabila ada kekurangan, kami segera perbaiki," katanya.

Sunat BLT di Kelurahan Talun modusnya adalah menggiring warga penerima BLT BBM untuk membeli kupon gerak jalan yang dijual pemerintah kelurahan.

Dinas Sosial dan Inspektorat Daerah Kabupaten Sumedang telah menyatakan bahwa Kelurahan Talun menyalahi aturan Dirjen Pemberdayaan Sosial, Kemensos RI nomor 158/2022, yang menyatakan BLT hanyalah untuk membeli bahan pokok.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved