Berburu Vaksin Meningitis

Jemaah Umrah dari Purwakarta Berburu Vaksin Meningitis Hingga ke Jakarta, Stok Langka Sejak Agustus

Kelangkaan vaksin meningitis yang diperuntukan bagi jemaah umrah di Purwakarta telah terjadi sejak Agustus, membuat jemaah mencari hingga Jakarta

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Darajat Arianto
istimewa
Foto Ilustrasi jemaah umrah berangkat dari BIJB Kertajati. Kelangkaan vaksin meningitis yang diperuntukan bagi jemaah umrah di Purwakarta telah terjadi sejak Agustus, membuat jemaah mencari hingga Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kelangkaan vaksin meningitis yang diperuntukan bagi jemaah umrah di Purwakarta telah terjadi sejak Agustus lalu.

Hal tersebut membuat sejumlah jemaah umrah di Purwakarta dan sekitarnya harus melakukan vaksin meningitis di luar kota seperti di Jakarta dan Bandung.

Seperti yang terjadi pada PT Duta Mahkota Indonesia Tours dan Travel yang berada di Jalan Veteran, Nagrikaler, Kabupaten Purwakarta.

Travel umrah tersebut membuat ratusan jemaah yang akan berangkat pada Oktober mendatang melakukan vaksin meningitis di Jakarta.

"Jadi untuk kelangkaan vaksin meningitis ini udah terjadi sejak awal Agustus, waktu itu kami sempat kebagian di Purwakarta. Tapi habis itu stoknya udah engga ada dan membuat calon jemaah yang terdaftar di kami sekitar 120, disarankan untuk melakukan vaksin meningitis di klinik yang telah bekerja sama dengan kami di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara," ujar Lia Nur Hayati selaku Manager Operasional PT Duta Mahkota Indonesia Tours dan Travel saat ditemui Tribunjabar.id, Senin (26/9/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan, kelangkaan itu membuat jemaah umrah yang berada di Purwakarta dan sekitarnya perlu mengeluarkan uang lebih untuk melakukan vaksin meningitis.

Baca juga: Pusing Kepala Calon Jemaah Umrah di Jabar, Keliling Cari Vaksin Meningitis, Eh Malah Lebih Mahal

"Vaksin meningitis itu kan biayanya sekitar Rp 600 hingga Rp 700 ribu, jadi kan kalau perlu keluar kota jadi harus keluarin uang lagi untuk ongkos. Sedangkan kepastian vaksin meningitis di daerah lain juga belum pasti, jadi perlu dapat kabar terlebih dahulu," ucap Lia.

Kesulitan lainnya, menurut Lia, syarat untuk vaksin meningitis harus 14 hari sebelum pemberangkatan dan itu tidak ada toleransi bagi jemaah umrah yang telat melakukan vaksin.

"Jadi jemaah itu harus sudah vaksin 14 hari sebelum pemberangkatan, kalau lewat dari itu nanti ketahan di bandara dan tidak bisa berangkat," ucapnya.

Namun, ia mengatakan, hingga kini jemaah umrah yang terdaftar pada tours yang dikelola olehnya, jemaah telah melakukan vaksin dan siap untuk pemberangkatan pada Oktober mendatang.

"Jadi kami bulan Oktober ada tiga kloter, pemberangkatan pertama pada tanggal 8 Oktober mereka Alhamdulillah sudah vaksin semua. Untuk yang kloter dua juga sudah semua, kecuali yang kloter ketiga kami masih berharap ketersedian vaksin di Purwakarta," ujarnya.

Baca juga: Cerita Calon Jemaah Umrah Majalengka Cari Vaksin Meningitis Sampai ke Purwakarta, Harga Lebih Mahal

Adapun untuk lokasi vaksin meningitis di Kabupaten Purwakarta sendiri sudah ada dua klinik yang telah mendapatkan izin dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandung, Jawa Barat.

Klinik itu adalah Kimia Farma 440 Veteran di Jalan Veteran no 152, Kecamata Nagrikaler dan Klinik As Shofa di Kampung Cimuntuk, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Berdasarkan konfirmasi Tribunjabar.id, kedua klinik tersebut sudah tidak tersedia vaksin meningitis sejak awal Agustus kemarin.

"Kami sejak 11 Agustus lalu untuk vaksin meningitis sudah tidak tersedia, adapun untuk kembali ready belum bisa dipastikan, karena memang kabar dari pusat terkendala dari pabriknya," ujar Shinta Adhawiyah, Koordinator Klinik Kimia Farma area Purwakarta. (*)

Baca juga: Tak Ada di Garut, 40 Calon Jemaah Umrah Datangi KKP Bandung Jabar untuk Dapat Vaksinasi Meningitis

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved