Dedi Mulyadi Robohkan Rumah Janda di Purwakarta Sebelum Memimpin Rapat di Gedung DPR RI

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi merobohkan sebuah rumah tidak layak huni milik keluarga Nani di Kampung Nagrog

Editor: Ichsan
dok.dedi mulyadi
Dedi Mulyadi Robohkan Rumah Janda di Purwakarta Sebelum Memimpin Rapat di Gedung DPR RI 

TRIBUNJABAR.ID - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi merobohkan sebuah rumah tidak layak huni milik keluarga Nani di Kampung Nagrog, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

Kang Dedi Mulyadi memulai kegiatan dengan berangkat dari rumahnya di Lembur Pakuan pada pukul 06.00. Sebelum memimpin rapat di Gedung DPR RI ia menyempatkan diri untuk menyusuri rumah warga di Purwakarta.

“Sebelum pergi memimpin rapat di DPR kita jalan-jalan menyusuri rumah warga,” ujar Dedi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu.

Saat menyusuri pemukiman warga ia melihat satu rumah semi permanen yang kondisinya hampir roboh dan tidak layak huni. Rumah tersebut rupanya dihuni oleh Nani dan tiga orang anaknya. Sementara suaminya, Suhanta, telah meninggal dunia karena sakit.

Baca juga: Masalah yang Dihadapi Tak Halangi Kang Dedi Mulyadi Terus Bekerja untuk Rakyat Kecil

Dedi Mulyadi Robohkan Rumah Janda di Purwakarta Sebelum Memimpin Rapat di Gedung DPR RI
Dedi Mulyadi Robohkan Rumah Janda di Purwakarta Sebelum Memimpin Rapat di Gedung DPR RI (dok.dedi mulyadi)

Rupanya anak pertama Nani sudah dewasa dan berumur 20 tahun. Namun anak tersebut tidak bekerja dan hanya berdiam diri di rumah. Anak itu beralasan kini sulit mencari kerja di pabrik.

“Kerja itu bukan hanya di pabrik, bisa kuli tembok, bertani, kuli panggul, apa saja. Jangan ada kalimat enggak ada,” kata Kang Dedi menegur anak tersebut.

Kang Dedi juga menyayangkan anak tersebut hanya menggantungkan hidup pada ibunya yang sudah janda. Anak itu tak ada kemauan untuk sedikit banyak membantu memperbaiki rumah yang hampir roboh.

“Iya miskin, tapi tetap harus berusaha. Tuh lihat benerin atuh (penyangga atap), minimal pakai tali rafia atau apa, kreatif,” ujar Dedi.

“Dapur, toilet dan di dalam rumah bersih berarti ibunya rajin, tapi anaknya yang kedul (malas),” ujar Dedi melanjutkan.

Anak itu lantas diminta oleh Dedi untuk membantu mengangkat barang-barang di rumah untuk dikeluarkan. Sebab rumah tersebut akan dirobohkan dan dibangun agar layak huni.

Baca juga: Hadapi Gugatan Cerai Istrinya, Dedi Mulyadi : Demi Nyi Hyang Sukma Ayu, Saya Akan Tetap Bertahan

Dedi Mulyadi dan Nani, janda tua yang ditolong pembangunan rumahnya
Dedi Mulyadi dan Nani, janda tua yang ditolong pembangunan rumahnya (dok.dedi mulyadi)

Sejumlah anak-anak baru pulang sekolah yang menghampiri Kang Dedi langsung diminta untuk membantu mengosongkan rumah. Anak-anak pun dengan riang membantu mengeluarkan sejumlah perabotan dari dalam rumah.

“Ini bagian dari pendidikan gotong royong,” ujar Dedi.

Setelah bagian dalam rumah kosong pembongkaran pun dimulai. Kang Dedi Mulyadi dengan cekatan langsung naik ke bagian atap untuk membongkar genting.

“Rumah janda hampir roboh sedangkan anak bujangnya males. Hari ini kita robohkan dan mulai bangun,” katanya dari atas genting.

Bagi Kang Dedi apapun yang terjadi saat ini tak menjadi halangan untuk bermanfaat untuk orang lain. Ia akan terus bekerja dan berusaha membahagiakan masyarakat.

Pembongkaran rumah tersebut menyisakan noda di pakaian dan celana Kang Dedi yang serba putih. Namun ia tak peduli karena lebih baik datang dengan pakaian kotor bekas membantu memperbaiki rumah warga, dari pada berpakaian bersih tapi tidak berbuat apa-apa.

“Kita terus bekerja untuk masyarakat, saya tidak akan pernah peduli dengan apa yang saya hadapi terpenting hidup ini bermanfaat untuk orang lain,” kata Kang Dedi Mulyadi.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved