Banjir di Sukabumi

Banjir 6 Meter di Cikaso Terparah Sejak 2016, 8 Rumah Hanyut dan Puluhan Terendam

Diketahui, banjir terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (23/9/2022). Iji menyebut, ketinggian banjir tadi malam mencapai 7 meter.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Ravianto
Kepala Desa Cibitung, H Iji Pahrudin
Suasana Kampung Cinitih RT 08 RW 01 Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat setelah terendam banjir 6 meter, Jumat (23/9/2022) malam. Foto diambil Sabtu (24/9/2022) pagi. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Banjir merendam belasan rumah di Cikaso, tepatnya di Kampung Cinitih RT 08 RW 01 Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (23/9/2022) malam.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibitung, Lucki mengatakan, banjir terjadi akibat Sungai Cikaso meluap setelah diguyur hujan berjam-jam.

Ia menyebut, ketinggian banjir mencapai sekitar 5 sampai 6 meter.

Suasana Kampung Cinitih RT 08 RW 01 Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat setelah terendam banjir 6 meter, Jumat (23/9/2022) malam. Foto diambil Sabtu (24/9/2022) pagi.
Suasana Kampung Cinitih RT 08 RW 01 Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat setelah terendam banjir 6 meter, Jumat (23/9/2022) malam. Foto diambil Sabtu (24/9/2022) pagi. (Dok Kepala Desa Cibitung, H Iji Pahrudin)

Kepala Desa Cibitung, H Iji Pahrudin mengatakan, banjir yang terjadi di Cikaso, tepatnya di Kampung Cinitih RT 08 RW 01 Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merupakan kejadian paling parah setelah pada 2016 silam pernah terjadi peristiwa serupa.

Diketahui, banjir terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (23/9/2022).

Iji menyebut, ketinggian banjir tadi malam mencapai 7 meter. Terdapat delapan rumah hanyut dan data sementara sekitar 50 rumah terendam.

Baca juga: BANJIR 6 Meter Landa Cikaso Sukabumi Sejak Semalam, Warga Sebut Sudah Langganan

"Hujan terlalu deras, dari lokasi yang lain kan semua tumpah ke sana, ditambah air laut lagi pasang, muara Cikaso naik. Kalau dibilang langganan iya bisa jadi, kemarin kan banjir seperti itu 2016, kalau banjir-banjir biasa 2, 3 rumah terendam itu udah hal biasa."

"Hari ini lebih parah, lebih besar dari 2016 karena curah hujan sangat deras, sangat besar, air dari mana-mana kan muaranya ke Cikaso, sehingga Cikaso naik," ujarnya via telepon, Sabtu (24/9/2022).

Dalam video viral, terlihat warga terjebak banjir di dalam rumah, banjir setinggi dada orang dewasa di dalam rumah membuat warga kaget.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Iji menjelaskan, saat ini warga terdampak mengungsi di rumah warga yang aman dari banjir. Saat ini belum ada tenda darurat untuk warga terdampak banjir mengungsi.

"Banyak rumah yang aman, diungsikan ke rumah warga yang aman, yang dibutuhkan saat ini mungkin makanan ringan, terus tindakan kesehatan, alhamdulillah sekarang ada tindakan dari BPBD, relawan, dari komunitas-komunitas yang lain," jelas Iji.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibitung, Lucki mengatakan, banjir terjadi akibat sungai Cikaso meluap setelah diguyur hujan berjam-jam.

"Kalau di sini banjir bukan banjir bandang ya, kalau di sini banjir itu kalau hujan gak berhenti-berhenti pasti air sungai meluap. Kalau terendam memang terendam rumah, cuma bukan banjir bandang, sudah pada tahu kalau Cikaso sudah langganan, kalau hujan berjam-jam pasti banjir," ujarnya via telepon.

Menurutnya, terdapat sekitar 10 sampai 15 rumah terendam banjir.

Namun, data itu belum dapat dipastikan, karena saat ini pihaknya masih melakukan evakuasi barang-barang dan warga yang rumahnya terendam banjir.

"Kami belum bisa memastikan data sementara, soalnya dari tadi kami evakuasi sampai sekarang, paling 5 sampai 6 meter ketinggian banjirnya, tapi sekarang mulai surut sedikit," kata Lucki.

"Info sementara seperti itu, kenapa belum pasti, karena kita gak bisa asal-asalan, dari tadi kita evakuasi masyarakat sama barang, paling yang terendam ada 10 sampai 15 rumah ada, tapi gak sampai ke atas atap," ujarnya. (Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin)

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved