Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Kemendikbudristek Menginspirasi Mahasiswa UPI

Perkuat Kebhinnekaan, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Kemendikbudristek Berhasil dan Sukses Inspirasi Mahasiswa UPI dan Lainnya

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Kemendikbudristek 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program pertukaran mahasiswa merdeka atau PMM Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek berhasil menginspirasi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan kampus lainnya.

Program ini membuat Kemendikbudristek dan perguruan tinggi di Indonesia meningkatkan wawasan mahasiswa terkait Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus memperkuat persaudaraan lintas budaya dan suku.

Direktur Pendidikan UPI, Asep Supriatna, mengatakan, program ini sukses membangun persahabatan mahasiswa antardaerah, suku, budaya, dan agama, sehingga meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Program ini berhasil membentuk sikap mahasiswa dalam menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat, bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial sekaligus kepedulian pada masyarakat dan lingkungan," katanya, Jumat (23/9/2022) di Kampus  UPI.

Baca juga: Mahasiswa UPI dan Ikopin yang Berunjuk Rasa Duduki Gedung DPRD Sumedang, Tolak Pembagian Snack

UPI berpartisipasi mewujudkan kebijakan kampus merdeka pada program pertukaran mahasiswa merdeka yang diikuti mahasiswa UPI dan perguruan tinggi secara nasional di Indonesia.

"Kami berupaya wujudkan arah kebijakan dan strategi nasional Kemendikbud Ristek dalam agenda pembangunan revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila untuk memperkukuh ketahanan budaya bangsa dan membentuk mentalitas bangsa yang maju, modern, dan berkarakter," ujarnya

Program pertukaran mahasiswa merdeka 2022, UPI ikut partisipasi dan turut terlibat dalam pertukaran mahasiswa merdeka dalam bentuk inbond sebagai tuan rumah atau penerima yang diikuti 92 mahasiswa dari 30 perguruan tinggi di Indonesia.

Kemudian dalam bentuk outbond sebagai peserta dengan mengirimkan 45 mahasiswa untuk ikuti program yang dilaksanakan di 22 PT lain di Indonesia.

Sedangkan pada program pertukaran mahasiswa merdeka jenis outbond, ada 45 mahasiswa UPI diterima dan mengikuti program yang tersebar di 22 perguruan tinggi di Indonesia.

"Mekanisme pertukaran mahasiswa merdeka yang dilakukan UPI dengan menyusun atau menyesuaikan kurikulum yang memfasilitasi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah, menentukan, dan menawarkan mata kuliah yang dapat diambil mahasiswa, mengatur kuota peserta yang mengambil mata kuliah yang ditawarkan, serta mengatur jumah SKS yang dapat diambil. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan dalam jaringan (daring)," ucapnya.

Koordinator Tim MBKM UPI sekaligus Kasi Administrasi Keuangan dan Sumber Daya pada Direktorat Pendidikan UPI, Agus Sutiawan, menambahkan UPI berperan sebagai perguruan tinggi pengirim serta perguruan tinggi tujuan atau penerima.

"Kami berupaya memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa dalam penyelenggaraan program ini, melakukan pemantauan penyelenggaraan pertukaran mahasiswa, menilai dan mengevaluasi hasil pertukaran mahasiswa untuk kemudian dilakukan rekognisi terhadap SKS mahasiswa, serta melaporkan hasil kegiatan belajar ke Ditjen Dikti Kemendikbudristek," katanya.

Agus Sutiawan menyebut para mahasiswa yang mengikuti program PMM harus mengikuti dan menyelesaikan program modul Nusantara yang berisi tentang pemberian pemahaman komprehensif.

"Para mahasiswa peserta PMM dibimbing oleh Dosen Pembimbing modul Nusantara yang bertanggung jawab dalam membuat materi dan melaksanakan kegiatan modul Nusantara berdasarkan panduan penyusunan modul Nusantara," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved